Artikel

Andaliman : Rempah-Rempah Khas Batak Toba

Halo sobat paloegada, pernahkah anda mendengar kata ‘andaliman? Atau mungkin anda pernah mendengar istilah ‘merica batak’? Pada artikel kali ini marilah kita membahas topik tentang andaliman, bumbu khas dari Asia.

Indonesia terkenal dengan negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alamnya, termasuk bumbu dan rempah-rempah. Karena hal inilah Indonesia dijajah sangat lama oleh Belanda.

Diantara begitu banyaknya bumbu dan rempah-rempah khas Indonesia terdapat satu bumbu unik, Andaliman. Jika anda berasal dari daerah Sumatera Utara, tentu anda tidak akan asing lagi mendengar kata ini.

Andaliman di Indonesia hanya digunakan untuk masakan dari suku batak seperti arsik ikan mas. Namun penggunaannya tidak dapat tergantikan. Masyarakat Sumatera Utara terkadang menyebutnya sebagai rempah tuba, sedangkan masyarakat di daerah lain mengenalnya dengan sebutan rempah batak.

Bukan tanpa alasan masyarakat menyebutnya sebagai merica batak. Hal ini karena rasa getir, kelu dan mati rasa pada lidah seperti halnya merica. Meski demikian, andaliman tidak berbau seperti merica kebanyakan.

Bumbu ini beraroma seperti citrus yang kuat. Seperti aroma jeruk yang lembut namun menyengat. Hal ini terjadi karena andaliman berasal dari kulit luar buah yang memiliki marga Zanthoxylum (suku jeruk-jerukan)

Jika di Indonesia bumbu ini kurang populer, berbeda dengan negara di Asia Timur dan Selatan. Dalam bahasa Mandarin ia dikenal sebagai 花椒 (huājiāo) yang berarti ‘lada bunga’. Orang Korea menyebutnya sebagai 산초나무 (sanchonamu). Dalam bahasa Inggris, ia terkenal dengan beraneka ragam nama seperti sichuan pepper, chinese pepper, japanese pepper, szechwan pepper, nepal pepper, dan tak ketinggalan Indonesian lemon pepper.

Andaliman di supermarket Jepang (sumber : wikipedia)

Untuk penggunaannya sendiri cukup mudah. Jika awalnya andaliman masih utuh, maka ia perlu di tumbuk dan dihaluskan. Selanjutnya tinggal digabung dengan bumbu-bumbu yang lain.

Tapi jangan sampai terlalu banyak ya. Jangan sampai karena rasanya yang kuat, masakan utamanya menjadi tidak terasa sebagai mana seharusnya. Yang ada hanya rasa pedas dan getir dari andalimannya.

Bagaimana sob, sudah kenal dengan bumbunya kan? Kalau anda masih penasaran, silahkan datang ke Sumatera Utara dan cari warung yang menjual makanan dengan rempah-rempah ini, ya!

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: