Bisnis

Budi Daya Lele Sebagai Solusi Usaha Rumahan Yang Menjanjikan

Sahabat Paloegada.net pada kesempatan ini saya akan sedikit membahas mengenai budi daya lele menjadi salah satu solusi tepat untuk dijadikan sebagai usaha sampingan atau bahkan menjadi usaha utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Disaat kebutuhan pokok melambung tinggi, seharusnya kita juga berpikir bagaimana kita mencari penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bukan hanya berpangku tangan atau menghujat sana-sini, karena dengan menghujat semua permasalahan tidak akan selesai begitu saja. Kita dituntut untuk selalu berpikir kreatif memanfaatkan potensi yang ada di sekitar kita.

Banyak peluang yang sebenarnya mampu kita lakukan asal kita pandai dalam membaca potensi yang ada. Mengapa saya mengangkat tema tentang budi daya lele? karena kebutuhan lele di masyarakat terus meningkat sementara belum banyak orang yang mau menekuni usaha tersebut. Ada beberapa alasan mengapa budi daya lele pantas untuk kita geluti diantaranya yaitu,

  1. Dalam praktikknya budi daya lele tidak membutuhkan area yang luas. Cukup memanfaatkan ruang-ruang kosong yang berada di sekitar rumah kita.
  2. Media yang digunakan bisa dibilang relatif sederhana tidak harus menggunakan kolam yang terbuat dari semen yang tentunya banyak menghabiskan rupiah dalam pembuatannya. Ada beberapa media alternatif yang bisa kita gunakan untuk budi daya lele seperti kolam terpal, kolam plastik ataupun kolam dengan mengggunakan banner yang sudah tidak terpakai. Sekarang sudah banyak orang yang menjual kolam lele yang terbuat dari terpal baik yang berbentuk bulat maupun kotak dengan kiasaran harga 500 sampai 1.2 juta rupiah (tergantung ukurannya). Sementara jika kita menginginkan biaya yang lebih murah kita bisa membuatnya dengan plastik dengan kisaran harga 35 ribu per 1 x 4 meter. Bahkan kita juga bisa memakai media tanah langsung dengan menggali tanah berbentuk kolam.
  3. Budi daya lele tidak terlalu banyak membutuhkan banyak air seperti halnya budi daya ikan tawar lainnya. Berbeda dengan Nila, Gurameh dan Tombro yang lebih banyak membutuhkan air bersih serta tempat yang lebih luas. Sementara lele bissa dilakukan hanya dengan air yang pas-pasan (tergantung kita pandai-pandainya memanajemen air).
  4. Masa panen lele berbeda dengan ikan yang lain. Masa panen lele relatif lebih cepat jika dibanding dengan Nila, Gurameh dan Tombro. Untuk membesarkan lele (ukuran konsumsi, 1 Kg kurang lebih isi 10 ekor) hanya dibutuhkan waktu 3 sampai 4 bulan saja. Sementara Nila dan yang lain bisa mencapai 6 sampai 10 bulan usia panen. Dengan demikian, untuk menghasilakn pundi-pundi rupiah akan lebh cepat.
  5. Dengan meningkatnya kebutuhan lele di masyarakat, jangan takut ketika kita nanti tidak bisa menjual hasil panen. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjual hasil panen kita, bisa melalui tengkulak, bisa kita ecer sendiri di masyarakat sekitar kita, bisa kita tawarkan ke warung-warung makan, bisa kita tawarkan ke penjual ikan lele di pasar dan masih banyak lagi.
  6. Dan yang terpenting adalah kita bisa melakukannya di luar pekerjaan utama kita.

Demikian beberapa poin penting mengenai budi daya lele sebagai usaha rumahan yang menjanjikan. Semoga bisa memberi manfaat bagi para pembaca sekalian.

Arie Ghotiq mempunyai nama asli Ari Ghorir Atiq, ia lahir di Magelang pada tanggal 17 Januari 1990. Ia menyelesaikan pendidikan S1-nya pada tahun 2015 dengan mengambil jurusan Bahasa dan Sastra Arab di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia telah melahirkan 2 buah karya tulis dalam bentuk buku yaitu, Jejak Langkah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Wisanggeni Sang Penakluk Pandawa Lima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: