Bisnis

PENERIMAAN CPNS BADAN POM TAHUN ANGGARAN 2018

PENGUMUMAN

NOMOR : KP.02.01.2.242.09.18.4669
TENTANG
PENERIMAAN CPNS BADAN POM TAHUN ANGGARAN 2018

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 85 Tahun 2018 perihal Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2018, Badan POM membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia yang memiliki integritas dan komitmen tinggi untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil untuk mengisi lowongan formasi Badan POM Tahun Anggaran 2018.

I.                                                      Nama Jabatan, Kualifikasi Pendidikan dan Jumlah Formasi

sebagaimana rincian pada Lampiran-1.

Ketentuan Umum

  1. Proses seleksi penerimaan CPNS Badan POM Tahun Anggaran 2018 terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia yang memenuhi persyaratan.
  2. Pelamar bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi.
  3. Apabila terdapat pertanyaan mengenai proses seleksi, dapat menghubungi call center seleksi CPNS Badan POM pada Nomor 0211500533 (HALOBPOM) dan SMS 081219999533 atau e-mail: halobpomQpom.gold serta helpdesk di Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM dan seluruh Balai Besar/Balai POM yang tercantum dalam website www.pom.go.id.
  4. Tidak pernah mengundurkan dari atau diberhentikan dengan hormat atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil.
  5. Pelamar tidak dipungut biaya apapun selama proses pengadaan CPNS. Kelulusan pelamar pada setiap tahapan seleksi ditentukan oleh kemampuan dan kompetensi pelamar. Apabila terdapat pihak atau oknum yang menawarkan jasa dengan menjanjikan bahwa dapat diterima menjadi CPNS Badan POM dan meminta imbalan tertentu, maka perbuatan tersebut merupakan penipuan dan agar dilaporkan melalui HALOBPOM pada nomor 0211500533. Panitia tidak bertanggung jawab atas segala pungutan atau tawaran berupa apapun oleh oknum yang mengatasnamakan Badan POM atau Panitia.

III.             Persyaratan Pelamar

A. Persyaratan Umum

  1. Warga Negara Republik Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS maupun Anggota TNI dan POLRI.
  3. Tidak menjadi pengurus dan/atau anggota partai politik.
  4. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat atau tidak dengan hormat sebagai CPNS/PNS/TNI/POLRI atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta.
  5. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.
  6. Berkelakuan baik dan sehat jasmani maupun rohani.
  7. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
  8. Tidak sedang dalam status belajar.
  9. Tidak akan menuntut penyesuaian ijazah apabila memiliki ijazah yang lebih tinggi yang diperoleh sebelum diangkat menjadi ASN Badan POM.

B. Persyaratan Khusus bagi Formasi Umum:

1) Bagi Pelamar tanpa pengalaman kerja, persyaratan usia pada saat melamar sebagai berikut:

  1. Pendidikan Diploma III (DIII) paling tinggi 24 tahun;
  2. Pendidikan Strata I (S1) paling tinggi 26 tahun;
  3. Pendidikan Profesi (Apoteker/Dokter) dan Pasca Sarjana (S2) paling tinggi 28 tahun.

2) Bagi pelamar yang memiliki pengalaman kerja sesuai dengan bidang pendidikan sekurang-kurangnya 2 tahun, dapat melamar sampai dengan usia paling tinggi 35 tahun.

Pengalaman kerja dibuktikan dengan Asli/Legalisir Surat Keputusan Pengangkatan dan Pemberhentian atau Surat Pernyataan masih bekerja dari pimpinan instansi/ perusahaan.

3) Lulusan Perguruan Tinggi dan/ atau Program Studi yang terakreditasi dalam BAN-PT (terakreditasi pada saat kelulusan). Bagi pelamar yang lulus dari sekolah/ perguruan tinggi luar negeri harus mendapat penetapan penyetaraan dari Panitia Penilaian Ijazah Luar Negeri Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan.

4) Persyaratan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK):

  1. Untuk tingkat pendidikan DIII/S1 : IPK minimal 2,75
  2. Untuk tingkat pendidikan profesi/S2:
  3. IPK S1 minimal 2,75
  4. IPK Profesi/S2 minimal 3,00

C. Persyaratan Khusus bagi Formasi Cum Laude

1) Bagi Pelamar tanpa pengalaman kerja, persyaratan usia pada saat melamar sebagai berikut:

  1. Pendidikan Strata I (S1) paling tinggi 26 tahun;
  2. Pendidikan Profesi Apoteker paling tinggi 28 tahun.

2) Bagi pelamar yang memiliki pengalaman kerja sesuai dengan bidang pendidikan sekurang-kurangnya 2 tahun, dapat melamar sampai dengan usia paling tinggi 35 tahun.

Pengalaman kerja dibuktikan dengan Asli/Legalisir Surat Keputusan Pengangkatan dan Pemberhentian atau Surat Pernyataan masih bekerja dari pimpinan instansi/ perusahaan.

3) Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/Unggul pada saat lulus dan dibuktikan dengan keterangan lulus cumlaude/pujian pada ijasah atau transkrip nilai.

Bagi peserta lulus dari Univeritas luar negeri, dibuktikan dengan surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara dengan Cumlaude dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

D. Persyaratan Khusus bagi Formasi Disabilitas

  1. Batas usia pelamar antar 18 hingga 35 tahun.
  2. Kondisi disabilitas pada bagian ekstremitas bawah (cacat kaki). Pemeriksaan kondisi disabilitas akan dilaksanakan pada saat pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
  3. Surat keterangan Dokter yang menerangkan jenis/ tingkat disabilitas.
  4. Lulusan Perguruan Tinggi dan/atau Program Studi yang terakreditasi dalam BAN-PT (terakreditasi pada saat kelulusan). Bagi                       pelamar  yang               lulus                             dari
    sekolah/perguruan tinggi luar negeri harus mendapat penetapan penyetaraan dari Panitia Penilaian Ijazah Luar Negeri Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan.
  5. Persyaratan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) DIII/S1 minimal 2,75

E. Persyaratan Khusus bagi Formasi Putra/Putri Papua dan Papua Barat:

1) Bagi Pelamar tanpa pengalaman kerja, persyaratan usia pada saat melamar paling tinggi 26 tahun.

  • Bagi pelamar yang memiliki pengalaman kerja sesuai dengan bidang pendidikan sekurang-kurangnya 2 tahun, dapat melamar sampai dengan usia paling tinggi 35 tahun.

Pengalaman kerja dibuktikan dengan Asli/Legalisir Surat Keputusan Pengangkatan dan Pemberhentian atau Surat Pernyataan masih bekerja dari pimpinan instansi/ perusahaan.

  • Putra/ Putri Papua dan Papua Barat berdasarkan garis keturunan orang tua (Bapak/Ibu) asli Papua, dibuktikan dengan akta kelahiran dan/atau Surat Keterangan Lahir yang bersangkutan dan Surat Keterangan Kepala Desa/Kepala Suku.
  • Lulusan Perguruan Tinggi dan/atau Program Studi yang terakreditasi dalam BAN-PT (terakreditasi pada saat kelulusan).          Bagi      pelamar          yang         lulus           dari
    sekolah/perguruan tinggi luar negeri harus mendapat penetapan penyetaraan dari Panitia Penilaian Ijazah Luar Negeri Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan.
  • Untuk tingkat pendidikan S1 : IPK minimal 2,5.

F. Persyaratan Khusus bagi Pelamar Umum yang berasal dari daerah terpencil (Kab. Manggarai Barat (NTT), Kab. Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara), Kab. Banggai (Sulawesi Tengah), Kota Bau-Bau (Sulawesi Tenggara), Kab. Maluku Tenggara Barat (Maluku), Kab. Pulau Morotai (Maluku Utara):

1) Bagi Pelamar tanpa pengalaman kerja, persyaratan usia

pada saat melamar sebagai berikut:

b. Pendidikan Diploma III (DIII) paling tinggi 24 tahun;

  1. Pendidikan Strata I (S1) paling tinggi 26 tahun;
  2. Pendidikan Profesi (Apoteker/Dokter) dan Pasca Sarjana (S2) paling tinggi 28 tahun.

2) Bagi pelamar yang memiliki pengalaman kerja sesuai dengan bidang pendidikan sekurang-kurangnya 2 tahun, dapat melamar sampai dengan usia paling tinggi 35 tahun. Pengalaman kerja dibuktikan dengan Asli/Legalisir Surat Keputusan Pengangkatan dan Pemberhentian atau Surat Pernyataan masih bekerja dari pimpinan instansi/perusahaan.

3) Putra/Putri          daerah            terpencil          dengan         kriteria

menamatkan pendidikan SD, SMP, dan SMU di daerah terpencil tersebut atau berdasarkan garis keturunan orang tua (Bapak/Ibu) asli daerah terpencil tersebut, dibuktikan dengan akta kelahiran dan/atau Surat Keterangan Lahir yang bersangkutan dan Surat Keterangan Kepala Desa/Kepala Suku atau surat lulus SD, SMP, dan SMA.

  • Lulusan Perguruan Tinggi dan/atau Program Studi yang terakreditasi dalam BAN-PT (terakreditasi pada saat kelulusan).          Bagi      pelamar          yang         lulus         dari
    sekolah/perguruan tinggi luar negeri harus mendapat penetapan penyetaraan dari Panitia Penilaian Ijazah Luar Negeri Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan.
  • Persyaratan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK):
  • Untuk tingkat pendidikan DIII/S1 : IPK minimal 2,5
  • Untuk tingkat pendidikan profesi/S2:
  • IPK S1 minimal 2,5
  • IPK Profesi/S2 minimal 2,75

G. Persyaratan Khusus bagi Pelamar Umum yang telah/masih bekerja sebagai Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri di Badan POM:

  1. Masa kerja di Badan POM minimal 5 tahun.
  2. Usia paling tinggi 35 tahun.
  3. Mendapatkan rekomendasi dan memiliki kinerja minimal baik, dibuktikan dengan surat pernyataan dari Kepala/Pimpinan Unit Kerja setingkat Eselon II atau Kepala BB/BPOM.
  4. Lulusan Perguruan Tinggi dan/atau Program Studi yang terakreditasi dalam BAN-PT (terakreditasi pada saat kelulusan).          Bagi      pelamar          yang         lulus         dari
    sekolah/perguruan tinggi luar negeri harus mendapat penetapan penyetaraan dari Panitia Penilaian Ijazah Luar Negeri Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan.
  5. Persyaratan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK):
  6. Untuk tingkat pendidikan DIII/S1 : IPK minimal 2,5
  7. Untuk tingkat pendidikan profesi/S2:
  8. IPK S1 minimal 2,5
  9. IPK Profesi/S2 minimal 2,75

IV. PENDIDIKAN

Formasi dengan kualifikasi pendidikan yang tercantum pada aplikasi sscn, dapat diisi oleh pelamar dengan pendidikan yang setara sebagai berikut:

No Pendidikan tercantum
pada aplikasi sscn
Pendidikan setara
1. S1                   Kesehatan Masyarakat S1 Kesehatan Masyarakat / Ilmu Kesehatan Masyarakat
2. S1 Gizi S 1 Gizi /Ilmu Gizi
3. S1 Biologi S1 Biologi / Rekayasa Hayati
4. S2 Farmasi S2 Farmasi/ Ilmu Farmasi
5. S2 Biologi S2 Biologi / Rekayasa Hayati
  S1 Komputer S1 Komputer/Teknik Informatika/ Sistem              Informasi/          Manajemen Informatika/         Ilmu         Komputer/ Sistem     dan     Teknologi     Informasi/
Teknologi Informasi
  S1 Administrasi S1             Administrasi/       Administrasi Publik/                                   Administrasi Pemerintahan/            Manajemen          dan Kebijakan           Publik/       Administrasi
Negara/ Ilmu Administrasi Negara
  S1 Ilmu Komunikasi S1 Ilmu Komunikasi / Manajemen Komunikasi/ Komunikasi
  S1 Teknik Lingkungan S1 Teknik Lingkungan / Rekayasa Lingkungan
  S1 Planologi S1 Planologi/ Perencanaan Wilayah dan Kota/ Perencanaan Wilayah
  D3 Kearsipan D3            Kearsipan/                 Manajemen Kearsipan
  S1/ D4 Kearsipan S1/ D4         Kearsipan/            Manaj emen Kearsipan/ Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi
  S1 Teknik Sipil S1 Teknik Sipil/ Rekayasa Sipil/ Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan
  S1 Teknik Kimia S1 Teknik Kimia/ Rekayasan Kimia
  D3 Komputer D3 Komputer/ Teknik Informatika/ Sistem Informasi/ Manajemen Informatika/ Teknologi Informasi
  S1 Perpustakaan Sl Perpustakaan/ Perpustakaan dan Sains Informasi

Tata Cara Pendaftaran

Melakukan registrasi online melalui situs https: / /sscn.bkn.go.id mulai hari Rabu, 26 September 2018 mulai pukul 00.00 WIB dan ditutup pada hari Selasa, 9 Oktober 2018 pukul 24.00 WIB dengan mengisi form yang telah disediakan dan menggunakan data kependudukan yang valid (harap mencatat dan menyimpan dengan baik user name dan password pada saat registrasi).

a) Registrasi online tersebut dilengkapi dengan upload dokumen dalam bentuk pdf sebagai berikut:

1) Fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku/ Surat Keterangan Kartu Tanda Penduduk Sementara (Apabila belum mendapatkan KTP elektronik). Untuk pelamar dengan usia melebihi

persyaratan agar dilampirkan Fotocopy Surat Keputusan Pengangkatan dan Pemberhentian atau Surat masih bekerja dari pimpinan instansi/perusahaan dengan pengalaman minimal 2 (dua) tahun (KTP, SK pengalaman kerja dalam 1 file).

  • Pas foto terbaru dengan latar belakang warna merah (khusus pas foto file dalam bentuk jpeg/jpg).
  • Fotokopi Ijazah/Surat Keterangan Lulus (SKL) dan transkrip nilai.
  • Untuk pelamar dengan tingkat pendidikan profesi/S2, harus melampirkan ijazah dan transkrip nilai jenjang sebelumnya.
  • Untuk Formasi Pelamar Cum Laude, disertakan Surat keterangan/bukti lain yang menunjukkan Perguruan Tinggi yang terakreditasi A/Unggul dengan program studi yang terakreditasi A/Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) pada saat Ijazah tersebut dikeluarkan.
  • Apabila akreditasi program studi tidak tertulis di dalam Ijazah, maka dibuktikan dengan surat keterangan dari Fakultas. Bagi peserta lulus dari Univeritas luar negeri, dibuktikan dengan surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara dengan Cum Laude dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
  • Untuk pelamar yang lulus seleksi CPNS Badan POM Tahun 2018 tahap akhir dan mengunggah Surat Keterangan Lulus (SKL) pada saat melamar, wajib menyerahkan ijazah yang telah dilegalisir oleh pihak berwenang pada saat pemberkasan CPNS.
  • Untuk ijazah yang diperoleh dari sekolah/perguruan tinggi luar negeri harus mendapat penetapan penyetaraan dari Panitia Penilaian Ijazah Luar Negeri Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan               dan               Kebudayaan                   yang
    menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan (Ijazah/SKL, transkrip, bukti akreditasi, dan surat penetapan penyetaraan ijazah dalam 1 file).

4) Surat Pernyataan berupa:

akta kelahiran dan/atau Surat Keterangan Lahir yang bersangkutan dan Surat Keterangan Kepala Desa/Kepala Suku.

  1. Formasi pelamar umur yang telah/masih bekerja sebagai Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri di Badan POM: Lampiran-2, surat keterangan dari Pimpinan Unit Kerja.
  2. Formasi Khusus Cum Laude: Lampiran-2, surat keterangan lulus Cum Laude.
  3. Formasi Khusus Disabilitas: Lampiran-2 dan surat keterangan dokter.
  4. Formasi Khusus Putra/Putri Papua dan Papua Barat: Lampiran-2, akta kelahiran dan/atau Surat Keterangan Lahir yang bersangkutan dan Surat Keterangan Kepala Desa/Kepala Suku.
  5. Bagi seluruh peserta yang melamar menggunakan

Surat Keterangan Lulus wajib mengisi Lampiran-3. (Seluruh surat pernyataan/keterangan diupload dalam 1 file)

Keterangan:

Upload dokumen wajib dilakukan sesuai dengan kolom masing­masing pada aplikasi SSCN (misal kolom KTP diisi dengan KTP, kolom ijazah diisi dengan ijazah, dan seterusnya).

b) Unit kerja penempatan dibagi dalam 8 (delapan) zona, yaitu :

Zona Unit Kerja Penempatan
1 Badan POM Pusat
2 BB/BPOM: Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Batam Loka      POM:              Kabupaten/Kota     Aceh       Tengah,       Aceh Selatan, Payakumbuh, Dharmasraya, Tanjung Balai, Toba Samosir, Dumai, Indragiri Hulu/Tembilahan
3 BB/BPOM:         Palembang,     Bandar      Lampung,       Jambi, Bengkulu, Pangkalpinang Loka POM: Kabupaten/Kota Sungai Penuh, Rejang Lebong, Lubuklinggau, Belitung, Tulangbawang, Tanjungpinang
4 BB/BPOM: Jakarta,     Bandung,       Serang, Yogyakarta, Semarang Loka POM: Kabupaten/Kota Banyumas, Surakarta, Tasikmalaya, Bogor, Tangerang
5 BB/BPOM: Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang Loka POM: Kabupaten/Kota Kediri, Jember, Buleleng, Bima, Ende, Manggarai Barat.
6 BB/BPOM:                   Pontianak,            Palangkaraya,                                     Banjarmasin, Samarinda Loka POM: Kabupaten/Kota Sanggau, Kotawaringin Barat, Hulu Sungai Utara, Tanah Bumbu, Balikpapan, Tarakan.
7 BB/BPOM: Manado, Gorontalo, Sofifi, Palu, Kendari Loka                             POM:                Kabupaten/Kota                                     Kepulauan                    Sangihe,
Pulau Morotai, Banggai, Baubau
8 BB/BPOM:                   Makassar, Ambon,       Mamuju, Jayapura, Manokwari Loka POM: Kabupaten/Kota Palopo, Maluku Tenggara Barat, Merauke, Mimika, Sorong.

Keterangan :

Pelamar memilih 1 (satu) zona lokasi penempatan, dan harus bersedia ditempatkan pada seluruh unit kerja sesuai formasi pada zona tersebut.

c) Seleksi menggunakan metode CAT, dilaksanakan di 33 (tiga puluh tiga) lokasi, pelamar dapat memilih lokasi ujian terdekat. Lokasi ujian dimaksud:

Jawa

  1. BKN Pusat di Jakarta (DKI Jakarta)
  2. Kanreg BKN II Surabaya (Jawa Timur)
  3. Kanreg BKN III Bandung (Jawa Barat)
  4. UPT BKN Semarang (Jawa Tengah)
  5. UPT BKN Serang (Banten)
  6. Kanreg BKN I Yogyakarta (DIY)

Sulawesi

  • Kanreg BKN IV Makassar
  • Kanreg BKN XI Manado
  • UPT BKN Mamuju
  • UPT BKN Palu
  • UPT BKN Kendari
  • UPT BKN Gorontalo
  • Sofifi

Sumatera

  1. Kanreg BKNVI Medan
  2. Kanreg BKNVII Palembang
  3. Kanreg BKN XII Pekanbaru
  4. Bandar Lampung
  5. Kepulauan Riau

Kalimantan

  • Kanreg BKNVIII Banjarmasin
  • UPT BKN Pontianak
  • UPT BKN Palangkaraya
  • Samarinda

Bali

  • Kanreg BKN X Denpasar (Bali) Nusa Tenggara
  • UPT BKN Mataram (NTB)
  • Kupang (NTT)

Maluku

  • UPT BKN Ambon

Papua

  • Kanreg BKN IX Jayapura
  • Kanreg BKN XIV Manokwan
  • Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dapat mencetak Kartu Tanda Peserta Ujian melalui situs https:// sscn.bkn/go.id
  • Setelah melakukan registrasi online dan mendapatkan Kartu Pendaftar Registrasi Online, pelamar harus menyampaikan kelengkapan dokumen lamaran pada saat pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berupa:
  • Dokumen (print out) Kartu Pendaftaran Registrasi Online;
  • Surat lamaran diketik/ditulis menggunakan tinta hitam dan ditandatangani di atas materai Rp 6.000,- yang ditujukan kepada Panitia Seleksi CPNS Badan POM Tahun 2018.
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku/ Surat Keterangan Kartu Tanda Penduduk Sementara (Apabila belum mendapatkan KTP elektronik);
  • Bagi Formasi Khusus Papua dan Papua Barat: akta kelahiran dan/ atau Surat Keterangan Lahir yang bersangkutan dan Surat Keterangan Kepala Desa/Kepala Suku;
  • Bagi Formasi Khusus Disabilitas: Surat keterangan dokter yang menerangkan jenis/tingkat disabilitasnya;

6) Bagi pelamar umum dari daerah terpencil: akta kelahiran dan/ atau Surat Keterangan Lahir yang bersangkutan dan Surat Keterangan Kepala Desa/Kepala Suku atau surat lulus SD, SMP, dan SMA.

  • Fotokopi Ijazah dan transkrip nilai dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Untuk pelamar dengan tingkat pendidikan profesi/ S2 / S3, harus melampirkan ijazah dan transkrip nilai jenjang sebelumnya, serta ijazah dan transkrip nilai pendidikan terakhir.

Untuk ijazah yang diperoleh dari sekolah/perguruan tinggi luar negeri harus mendapat penetapan penyetaraan dari Panitia Penilaian Ijazah Luar Negeri Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan;

  • Apabila akreditasi program studi tidak tertulis di dalam Ijazah, maka dibuktikan dengan surat keterangan dari Fakultas.

Untuk Formasi Pelamar Cum Laude, Surat keterangan/bukti lain yang menunjukkan Perguruan Tinggi yang terakreditasi A/Unggul dengan program studi yang terakreditasi A/Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) pada saat Ijazah tersebut dikeluarkan. Jika akreditasi tidak tertulis di dalam Ijazah, maka dibuktikan dengan surat keterangan dari Fakultas;

  • Surat Pernyataan sesuai penjelasan pada V.a).4) diatas.
  • Fotocopy Surat Keputusan Pengangkatan dan Pemberhentian atau Surat masih bekerja dari pimpinan instansi/perusahaan dengan masa kerja pengalaman minimal 2 (dua) tahun.

Dokumen-dokumen tersebut disusun secara berurutan berdasarkan urutan di atas. Dokumen yang tidak disusun secara berurutan akan memperlambat proses verifikasi berkas.

f) Kelengkapan berkas sesuai huruf e tersebut dimasukkan ke dalam map sebagai berikut:

No Tingkat pendidikan Warna/Motif Map
1 DIII warna kuning
2 S 1 warna hijau
3 Tingkat              Profesi             (Apoteker/ Dokter/Psikolog) dan S2 warna merah
4 Formasi Cum Laude warna biru
5 Formasi Putra/Putri Papua dan Papua Barat warna coklat
6 Formasi Disabilitas warna merah muda

Di halaman map pada sudut kanan atas ditulis nama peserta, formasi, zona pilihan, jenis pendidikan dan nomor pendaftaran registrasi online.

Tahapan Seleksi

Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Badan POM Tahun Anggaran 2018 dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

  1. Seleksi Administrasi

Dilakukan secara online berdasarkan berkas yang diupload peserta.

  • Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan Computer Assisted Test (CAT);

1) Peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Administrasi berhak untuk mengikuti SKD sesuai dengan lokasi tes yang dipilih;

2) Seleksi Kompetensi Dasar terdiri dari:

  1. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
  2. Tes Intelegensia Umum (TIU)
  3. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

3) Nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Tahun 2018 yaitu:

  1. 143 (seratus empat puluh tiga) untuk Tes Karakteristik Pribadi
  2. 80 (delapan puluh) untuk Tes Intelegensia Umum
  3. 75 (tujuh puluh lima) untuk Tes Wawasan Kebangsaan

4) Nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Tahun 2018 bagi peserta yang mendaftar pada jenis formasi khusus yaitu:

  1. Nilai kumulatif Seleksi Kompetensi Dasar bagi Putra/Putri Lulusan Terbaik Berpredikat Dengan Pujian (Cum Laude) serendah-rendahnya 298 (dua ratus sembilan puluh delapan), dengan nilai TIU paling rendah 85 (delapan puluh lima);
  2. Nilai kumulatif Seleksi Kompetensi Dasar bagi Penyandang Disabilitas serendah-rendahnya 260 (dua ratus enam puluh), dengan nilai TIU serendah­rendahnya 70 (tujuh puluh);
  3. Nilai kumulatif S eleksi Kompetensi Dasar bagi Putra/ Putri Papua dan Papua Barat serendah­rendahnya 260 (dua ratus enam puluh), dengan nilai TIU serendah-rendahnya 60 (enam puluh);
  4. Peserta yang dinyatakan lulus SKD dan berhak mengikuti SKB sebanyak 3 (tiga) kali jumlah formasi;
  5. Standar kelulusan SKD dan SKB diatur dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara

dan Reformasi Birokrasi Nomor 36 Tahun 2018.

c. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), terdiri dari:

  1. Tes materi sesuai jabatan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dengan bobot 75%;
  2. Wawancara dengan bobot 25%.

d. Integrasi Nilai SKD dan SKB:

Nilai SKD dan SKB diintegrasikan berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 36 Tahun 2018, yaitu 40% SKD dan 60% SKB.

e. Pengumuman Hasil Seleksi Akhir:

  1. Hasil seleksi akhir merupakan nilai kumulatif dari nilai SKD dan SKB sesuai bobot masing-masing.
  2. Peserta dengan ranking tertinggi pada setiap formasi dinyatakan lulus seleksi CPNS dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Ketua Panitia Seleksi.
  3. Apabila peserta seleksi memperoleh nilai kelulusan yang sama, sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018 penentuan kelulusan akhir berdasarkan urutan sebagai berikut:
  4. Nilai total hasil SKD yang lebih tinggi
  5. Ni1ai tes yang lebih tinggi, secara berurutan: TKP, TIU, TWK
  6. Nilai IPK yang lebih tinggi
  7. Usia tertinggi
  8. Bagi formasi yang mengutamakan Laki-laki, apabila terdapat peserta yang memiliki nilai akhir yang sama, maka peserta yang dinyatakan lulus diutamakan gender laki-laki.
  9. Apabila jumlah pelamar Formasi Khusus (Cum Laude, Disabilitas, Putra/Putri Papua dan Papua Barat) tidak terisi akan diambil dari pelamar umum, dan sebaliknya.
  10. Hasil keputusan tidak dapat diganggu gugat.

VII.        Jadwal Tentatif Seleksi

NO TANGGAL                      KEGIATAN

  19 September 2018 s.d. 3 Oktober 2018 Pengumuman            Pengadaan           CPNS Badan POM RI
  26 September 2018 s.d. 9 Oktober 2018 Pendaftaran secara Online
  16 Oktober 2018 Pengumuman                Hasil              Seleksi Administrasi                 dan                Jadwal Pelaksanaan           Seleksi          Kompetensi
Dasar (SKD) melalui CAT BKN
  23       Oktober       s.d.       6 November 2018 Pelaksanaan           Seleksi          Kompetensi Dasar (SKD) melalui CAT BKN
  9 November 2018 Pengumuman               Hasil              Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Jadwal Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)
  13     s.d.     29                            November 2018 Pelaksanaan          Seleksi          Kompetensi Bidang (SKB) melaui CAT BKN dan Wawancara
  6 Desember 2018 Pengumuman Kelulusan Akhir
  9     s.d.      21       Desember 2018 Pemberkasan                Pelamar               yang dinyatakan lulus

Pengumuman Hasil Seleksi

Pelamar yang diterima menjadi CPNS Badan POM akan diumumkan pada tanggal 6 Desember 2018 (tentatif) melalui website Badan POM www. pom. go id dan/ atau papan pengumuman di Kantor Badan POM dan Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi wajib melengkapi dan menyusun dokumen secara berurutan untuk keperluan pemberkasan CPNS sebagai berikut:

  1. Fotokopi kartu tanda peserta ujian;
  2. Mengisi Daftar Riwayat Hidup beserta surat pernyataan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI bermaterai Rp 6.000,- sesuai dengan format yang telah disediakan dan ditempel foto (dengan menggunakan tinta hitam dan huruf balok sebanyak 2 (dua) rangkap).
  3. Fotokopi Ijazah terakhir dan transkrip nilai dilegalisir oleh
    Rektor/ Direktur/ Ketua/ Dekan Fakultas/ Kepala Sekolah/ Kanwil Dikbud setempat;
  4. Asli dan Fotokopi legalisir Surat Keterangan Berbadan Sehat dari Rumah Sakit Pemerintah setempat yang masih berlaku;
  5. Asli dan Fotokopi legalisir Surat Keterangan Bebas dari Narkoba/NAPZA oleh Dokter Rumah Sakit Pemerintah setempat yang masih berlaku;
  6. Asli dan Fotokopi Surat Keterangan Catatan Kepolisian

(SKCK) yang masih berlaku;

  • Asli dan fotokopi Surat Keputusan Pengangkatan dan Pemberhentian atau Surat masih bekerja dari pimpinan instansi/perusahaan, pengalaman minimal 2 (dua) tahun (bila ada)
  • Pas foto terakhir ukuran 3 cm x 4 cm latar belakang warna merah sebanyak 8 (delapan) lembar (ditulis nama dan formasi jabatan).
  • Surat Pernyataan sesuai format BKN sebanyak 2 (dua) rangkap.
  • Hasil Tes Psikologi (psikotest) yang dikeluarkan oleh Lembaga Psikologi yang telah mendapat Surat Rekomendasi Ijin Praktek (SRIP) dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).

Keterangan:

Pelamar yang tidak melengkapi dokumen sampai batas waktu yang ditentukan untuk keperluan pemberkasan CPNS, dianggap gugur dan tidak disertakan dalam proses pengusulan NIP.

IX.                  Ketentuan Lain-lain

  1. Apabila pelamar memberikan keterangan atau data yang tidak benar dan di kemudian hari diketahui baik pada setiap tahapan seleksi maupun setelah diangkat menjadi CPNS/PNS Badan POM, maka Kepala Badan POM berhak membatalkan kelulusan atau memberhentikan sebagai CPNS/PNS Badan POM;
  2. Apabila pelamar tidak menyertakan dokumen kelengkapan seperti yang telah disebutkan dalam angka V huruf e maka dianggap tidak memenuhi persyaratan administrasi (gugur).
  3. Bagi Pelamar yang telah dinyatakan lulus Seleksi namun sampai dengan batas waktu yang ditetapkan tidak melengkapi berkas persyaratan, maka dianggap mengundurkan diri.
  4. Bagi Pelamar yang telah dinyatakan lulus Seleksi tetapi mengundurkan diri, maka diwajibkan membuat Surat Pernyataan Mengundurkan Diri bermaterai Rp 6.000,-.
  5. Pelamar yang mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan sudah mendapat persetujuan NIP, maka kepada yang bersangkutan diberikan snksi tidak boleh mendaftar pada Penerimaan CPNS periode berikutnya.
  6. Peserta seleksi yang sudah dinyatakan lulus wajib membuat surat pernyataan bersedia mengabdi pada Badan POM dan tidak mengajukan pindah dengan alasan apapun sekurang­kurangnya selama 10 (sepuluh) tahun sejak TMT PNS.
  7. Dalam hal peserta seleksi sudah dinyatakan lulus oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam angka 6 tetap mengajukan pindah, yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri.
  8. Pelamar disarankan untuk terus memantau proses seleksi melalui pengumuman pada website www.pom.go.id, kelalaian
  9. karena tidak mengetahui informasi yang disampaikan melalui website menjadi tanggung jawab pelamar.
  10. 9. Keputusan Tim Pengadaan CPNS Badan POM Tahun Anggaran 2018 bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  11. Ketua Panitia Seleksi
  12. TTD

Dra. Elin Herlina, Apt, MP.

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: