Bisnis

Menjawab Pertanyaan Ekspektasi Pekerjaan Saat Wawancara Kerja

Saat memutuskan pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain, Anda pasti berharap mendapat pekerjaan lebih baik. Anda membayangkan bisa bekerja di kantor dengan budaya kerja yang kondusif. Anda ingin mendapat atasan yang memberi motivasi agar pegawai bekembang. Anda memilih lowongan pekerjaan yang menawarkan posisi dan gaji lebih tinggi. Anda juga mau menciptakan work-life balance.

Setelah Anda melakukan riset kecil-kecilan, ternyata ada perusahaan impian yang (katanya) bisa memenuhi keinginan Anda. Lalu, Anda bergegas mengirim lamaran dan bersiap pindah kerja.

Kemudian, ketika sesi interview, ternyata pewawancara melontarkan pertanyaan tentang ekspektasi Anda terhadap pekerjaan di perusahaannya. Mereka ingin mengulik masa lalu Anda. Apakah Anda pernah kecewa dengan tempat kerja sebelumnya? Apakah Anda menaruh harapan terlalu tinggi dan tidak realistis pada perusahaan yang dilamar? Bagaimana jika kenyataannya tidak semanis yang dibayangkan?

Sebenarnya, tidak ada jawaban pasti untuk menangggapi pertanyaan ini. Namun, Anda bisa mengikuti beberapa tips yang disarikan dari Thebalance.com berikut ini untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Jujur dan tetap positif

Ketika menanggapi pertanyaan soal ekspektasi pekerjaan, Anda pasti akan mengungkit masa lalu. Secara tidak sengaja, Anda akan menyebutkan beberapa hal yang membuat kecewa pada tempat kerja sebelumnya. Misalnya, waktu melamar di perusahaan sebelumnya, Anda hanya diminta mengerjakan tugas A, B, dan C. Namun, saat Anda benar-benar bekerja, ternyata taggung jawab yang dibebankan lebih besar dari seharusnya. Banyak pekerjaan orang lain yang dilimpahkan pada Anda. Padahal, gaji yang diterima tidak terlalu besar.

Anda bisa saja menyebutkan rasa kecewa pada pekerjaan yang tidak sesuai ekspektasi. Tapi, kalau bisa Anda menahan diri dan tidak mengatakan semua hal negatif sehingga terkesan menjelek-jelekan perusahaan lain. Anda tidak perlu menyebut faktor lain di luar pekerjaan yang membuat Anda tidak nyaman bekerja di tempat kerja sebelumnya. Misalnya, bos yang galak, aturan perusahaan yang buruk, atau rekan kerja yang mengganggu. Anda harus fokus menjelaskan tentang ekspektasi pekerjaan yang Anda ingin lakukan sesuai keahlian. Jangan sampai Anda justru terlihat membeci pekerjaan sendiri.

Masuk akal

Mungkin Anda menaruh harapan terlalu tinggi. Anda punya keinginan yang tidak realistis pada pekerjaan. Misalnya Anda ingin membayangkan mendapat penghargaan berupa materi atau bonus setiap kali berhasil menyelesaikan proyek besar. Anda harus memilah ekspektasi yang masuk akal dan yang berlebihan. Tetaplah realistis. Jangan buat diri Anda terlihat sebagai pegawai yang banyak maunya di hadapan pewawancara.

Spesifik

Pertanyaan tentang ekspektasi pekerjaan bisa direspon dengan banyak cara. Sebenarnya Anda punya segudang jawaban di dalam kepala. Tapi, pilihlah yang paling spesifik. Misalnya, jika pekerjaan Anda berkaitan dengan membuat aplikasi web. Maka, Anda bisa mendiskusikan tentang program spesifik yang pernah Anda buat dan tanggung jawab yang diemban.

Mengaitkan dengan pekerjaan yang sedang dijalani

Anda bisa mencari kesamaan kedua tempat kerja: perusahaan tempat bekerja sekarang dan perusahaan yang Anda lamar. Misalnya, tempat kerja Anda saat ini membuka kesempatan pelatihan kepemimpinan untuk pengembangan karier. Kemudian, Anda bisa menyebutkan bahwa Anda mendengar perusahaan yang dilamar menyiapkan pelatihan skilldan pendidikan lain untuk setiap pegawainya. Maka, Anda telah menyiratkan tentang ekspektasi bekerjadan mengembangkan karier di perusahaan baru.

Bersiap untuk pertanyaan berikutnya

Pewawancara tidak berhenti dengan pertanyaan tentang ekspektasi pekerjaan. Dia akan bertanya lagi tentang hal lain. Mungkin terkait tipe atasan yang bisa bekerjasama dengan Anda atau budaya perusahaan. Bersiaplah untuk menjawab pertanyaan selanjutnya. Pastikan setiap jawaban konkrit dan menyertakan contoh. Paloegada.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: