Cerita

Cerita Mistis Pendakian Gunung Merapi (jateng)

By ?? @muzakiimam

Cerita ini dimulai dari saya sendiri yang memang senang mendaki karena ketagihan. so, pada saat itu awal bulan april 2016 hampir setahun lalu. saya berangkat tanpa ada persiapa yang matang bersama teman yang saat itu magang bareng. Sebelumnya, kami tidak membawa persedia yang berarti baik itu berupa tenda, matras, SB dll. kami benar2 saat itu sangat nekat untuk mendaki dengan cara naik langsung turun lagi, hanya berbekal pakaian yang melekat dan jaket beserta logistik. singkat cerita, kita udah sampe di basecamp NEW SELO pendakian gunung merapi sekitar pukul 17:00. Karena planing kita mau tek-tok, jadi kita bersantai lebih dahulu dan akan mulai naik pada pukul 22:00 atau lebih supaya sampai atas tepat sunrise. kemudian, menjelang magrib ada 1 rombongan dr kota demak datang beranggotakan skitar 12 orang. disela-sela persiapan, ada 1 orang bapak2 berpakaian pramuka lengkap dengan peralatan lainnya bersama rombongan tadi. Tak lama bapak tadi menyapa teman saya, mereka bercakap2. Kemudian, bapak tadi menyapa saya juga menanyakan seperti hal biasa para pendaki tanyakan. sudah jelas isinya berupa wawancara nama, asal, jumlah rombongan, mau naik apa turun, kalo mau naik jam berapa dll yang ngak saya ingat sekalipun. pada saat menanyakan jam berapa mau naik kita berdua jawab dengan santai mau naik tengah malam. tiba2, bapak yang berpakaian pramuka tadi nyeletuk untuk ikut rombongan bersama mereka. tapi kita berdalih tidak membawa peralatan karena toh sejatinya ngak bawa. tapi, bapak yang berpakaian pramuka tadi menawarkan diri kepada kita supaya kami berdua ikut serta dalam rombongan mereka. tanpa pikir panjang kami berdua mau, fine kita naik bareng sama rombongan tadi. setelah siap2, kita langsung memulai pendakian dan bapak tadi mengatan supaya alat komunikasi di off/plan mode untuk menghindati petir. lanjuttt.. kita jalan, kira2 sekitar 30mnt jalan keheningan mulai pecah ketika bapak yang memakai baju pramuka tadi mengajakku bercerita panjang lebar kalo dalam istilah jawanya ngalor-ngidul gitulah.

Nah ada 1 moment dimana ketika ada sedikit tanjakan bapak yang berpakaian pramuka tadi ngelus2 paha saya dengan dalih menanyakan bahan celana kemudian merk dan size. dalam hati saya positif thingking aja, karena sepertinya masih dalam hal wajar, tak lama kemudia ada 1 anak yang merasa kelelahan karena bawa tas agak besar. ok, sayapun gantian bawa tas si anak tadi karena saya merasa sudah dimudahkan oleh bapak berpakaian pramuka tadi. Ternyata, setelah banyak cerita dlm perjalanan ini saya baru tau bahwasannya ke-11 anggota tadi adalah anak SMA kelas X dan bapak yang berbaju pramuka adalah guru mereka sendiri. selama perjalanan saya sendiri belum mengalami hal mistis yang berarti, tapi malah bapak yang berbaju pramuka tadi sepanjang perjalanan selalu meminta gandengan tangan dengan saya. pftttt ini bapak2 ternyata hombreng (homo brengs*ek) yang kedoknya blm saya ketahui. hal mistis yang mulai saya rasakan ketika pendakian kurang dari 1 jam untuk sampai ke watu lembu, tas yang saya bawa terasa semakin berat dan semakin berat. saya hanya mengira mungkin karna sudah lama saya tidak naik jadi berasa seperti ini. skipp….sejam kemudian kita hampir sampai di watu lembu, tapi tiba2 gerimis mengundang kita untuk segera sampai keatas dan mendirikan tenda. nahhh, pada saat mendirikan tenda inilah saya mulai merasakan hal yang berbeda, saya merasa seperti ulu hati saya ada yang menekan sekuat mungkin hingga sesak untuk bernafas. tenda berdiri di watu lumpang, kita kemudian masuk. dan hal apes yang saya alami adalah 1 tenda dengan bapak2 yang berbaju pramuka tadi. jam menunjukkan sekitar 23:00 kamipun mulai merebahkan badan, saya tidur pada posisi paling pinggir sedangkan di samping saya adalah bapak2 berbaju pramuka tadi (dalam hati stay positive thignking). sembari melemaskan otot sebelum terlelap, bapak yang berbaju pramuka tadi bercerita panjang pada saya, salah 1 adalah dia sudah memiliki anak beserta istri. saya sendiri mencoba terlelap, tpi tidak bisa nyenyak karena ulu hati terasa semakin sakit seperti ada yang menekan dan semakin menekan. sampai sekitar pukul 01:30 dini hari saya tak kunjung terlelap, hanya berpura memejamkan mata. dengan rasa ulu hati yang sakit.

Tiba-tiba bapak yang berbaju pramuka tadi meraba bagian mr.P saya dr luar celana.d alam hati saya berkata, ya tuhannn…..ini salah saya apa, kenapa saya tersiksa di 2 alam seperti ini. saya yang merasa sudah tidak tahan langsung batuk sekuat2 nya sampai 1 tenda bangun semua. jam menunjukkan pukul 02:00 kita ber5 dalam 1 tenda bangun dan duduk karena keributan yang saya buat. saya bilang kepada teman saya bahwa ulu hati saya seperti ada yang menindih dengan kuat. tapi, salah 1 dr team mereka bilang kemungkinan saya mengalami hipotermia, sayapun membantah karena memang saya pernah mengalami hal yang lebih parah dr kondisi cuaca seperti ini dan saya masih ok. kemudian 1 dari team mereka berkata lagi mungkin saya sudukan, saya sangkal kalo memang sudukan jelasnya dr pertengahan perjalanan sudah sakit dan yang sakit pastinya bukan ulu hati kata saya. skippp…ulu hati terasa sakit saya coba bawa tidur lagi, dan posisi saya masih seprrti sebelumnya. belum lama kita merebahkan badan, tangan si bapak yang berbaju pramuka makin agresif dan makin berani saja kali ini karena berani masuk kedlaam celana dan tanpa ada rasa salah memegang kemaluan saya….ya tuhannnnn kenapa semakin parah saja ini (kataku dalam hati). tak tahan dalam kondisi seperti ini, sayapun bangun lagi seperti sebelumnya hingga kita 1 tenda bangun semua. jam menunjukkan pukul 02:30 saya mengajak teman saya tadi untuk turun, karena sudah tidak tahan dengan gangguan 2 alam ini. ulu hati semakin sakit, ulah si bapak baju pramuka juga agresif saja. saya mendesak teman saya untuk turun saja, karena ulu hati semakin terasa sakit tapi team dlm tenda bilang jangan karena terlalu bahaya. ok, saya tahan saja sakit ini sembari menunggu mentari pagi. bapak yang berpakaian pramuka tadi mungkin ada rasa bersalah ia pun pindah posisi dan saya berada disamping teman saya. tapi tetap saja tak bisa tidur karena ulu hati semakin sakit dan makin susah bernafas, sembari duduk dan menahan sakit saya memejamkan mata serta membaca kalimat Allah yang guru saya ajarkan. dalam duduk saya tanpa sengaja memejamkan mata dan secepat kilat merasa bahwa kita berlima tidur tanpa tenda dan posisinya memang seperti itu.

Dari arah bawah tiba2 saya melihat ada seperti barongan reog ponorogo naik menuju saya sendiri, dalam hati saya hanya berucap meminta pertolongan kepada Allah. dan pada saat yang bersamaan juga saya mendengar banyak suara seperti dlm pasar rakyat yang begitu riuh. ahh sudahlah, mungkin ini yang namanya pasar bubrah/setan pikirku, dalam kondisi seperti ini saya hanya terduduk diam dan bertanya-tanya apakah ini halusinasi saya sendiri apalah ada faktor lain yang memberitahukan hal inj?. ntahlah, tapi setelah itu ulu hati saya berangsur membaik dan rasa sakitnya berkurang secara perlahan. saya lihat jam pada saat itu pukul 04:15, baiklah mungkin ini saatnya saya istirahat sembari melihat2 posisi teman saya tidur dan ternyata berpelukan sama bapak yang berbaju pramuka tadi. pagi, kita keluar tenda saya merasa segar ulu hati juga merasa dalam kondisi fit dan rasa sakit. pagi itu langsung saya ceritakan perihal kelakuan si bapak berbaju pramuka tadi kepada teman saya, benar saja ketika ia tidur ternyata sempat di peluk, cium begitu mesra sama si bapak kata teman saya…sungguh geli sekali saya pikir hahaha. kita nunggu agak siang dikit si bapak berbaju pramuka tiada sepatah kata terucapkan kepada saya, padahal malamnya kita jalan berdampingan….fakk mungkin si bapak merasa bersalah. skippp naik sampai puncak tusuk gigi dan puncak garuda…kemudian kembali ke tenda, saya mendesak kepada teman untuk turun terlebih dahulu walau kondisi gerimis saya tetap mendesak. 2 hari kemudian baru saya ceritakan perihal ulu hati saya kepada guru spiritual saya, bahwasannya memang saya yang kalah telak dalam dunia kebatinan saya kurang tawadhu, kurang kebersihan hati, dan kurang mendekatkan diri pada Allah.. Selesai~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: