Cerita

Gunung Lawu Via Cemoro Kandang.

By : @pascalisprasetyo

Maret 2015, Gn Lawu Via Cemoro Kandang.
(Singkat cerita karna selama pendakian naik aman2 aja) Saat itu rombongan kami berjumlah 3 orang niatnya bergegas turun dari puncak kira2 jam 12 siang pada saat itu mendung nampak terlihat mendekati kami dan kabutpun mulai sedikit turun namun belum begitu pekat. Singkat cerita rombongan kami melakukan perjalanan dari pos 3 ke pos 2 dengan langkah sedikit cepat dan mengambil jalan2 pintas yang sudah ada karena suara petir sudah mulai bergemuruh. Lalu ketika kami beristirahat untuk menarik nafas munculah seekor kucing coklat dari semak2, kami melihatnya seperti kucing rumahan karena tidak ada debu atau lumpur sedikit pun menempel ditubuh kucing tersebut padahal jalan yang kami lalui sedikit berlumpur tapi kami tetap positif aja mungkin memang kucing peliharaan dan kami pun melanjutkan lagi perjalanan dan si kucing tadi terus mengikuti kami namun langkah kami semakin cepat dan mengambil pintasan2 yg lebih ekstrem karena gerimis kecilpun sudah turun, tanpa kami sadar si kucing tadi tertinggal entah dimana. Lalu singkat cerita kami melewati pos-pos sampai pada akhirnya sampai di pos 1 kira2 jam 6 sore saat kami beristirahat mulailah hujan lebat disertai angin dan petir, kami langsung memasuki bangunan pos dan kami memutuskan untuk membuat kopi didalam pos dengan peralatan yang kami bawa sebelumnya, selang waktu berjalan hujan deras masih turun dan obrolan kami terdiam karena kami mendengar suara wanita berbincang2 diluar sana tanpa pikir panjang saya keluar dengan senter yang menyala untuk memberi tanda bahwa pos sudah dekat namun tidak ada siapapun disana, okay kami msh berusaha berpikir positif walau kami mulai mengurangi frekuensi ngbrol kami, karena saya pribadi pun memilih untuk berdoa dibatin saya. Sampai akhirnya kucing yang kami temui diatas tadi tiba2 muncul masuk kedalam bangunan pos dan mencoba menempel2kan kepalanya ke masing2 dari kami. Hal yang terbesit dipikiran kami bagaimana bisa kucing ini tidak basah sama sekali sedangkan diluar masih hujan lebat, kami sempat heran dan hal yang semakin membuat bulu kuduk kami berdiri pada saat itu hujan mulai reda dan tiba2 pintu warung disisi luar bangunan pos terbuka dan tertutup sendiri dengan kencang padahal tidak ada angin sedikitpun saat itu lalu salah satu dari kami mencoba keluar dan mengganjal pintu dengan tas kami, kami mulai kedinginan dan api unggun kami buat dengan sampah2 yang ada didalam sampai akhirnya terang api mulai menyinari tiap sudut ruangan dan akhirnya pandangan kami terhenti di satu sisi dimana munculah si mbak cantik menempel disisi tembok sedikit samar namun rambut panjangnya cukup menjelaskan, tanpa pikir panjang kami langsung memasukan semua peralatan dan mematikan api dan tanpa kami sadari kucing tadi hilang bersamaan dengan kami yang sibuk menyalakan api, kami paksakan untuk melanjutkan turun meskipun gerimis dan saat kami keluar bangunan pos si kucing td keluar dari pintu warung disisi lain pos sambil mengeong seolah memberi salam perpisahan, kami bergegas turun sambil berdoa didalam hati kami masing2, dan Syukur kepada Tuhan kami sampai di base camp jam 9 tanpa kurang suatu apapun dari situ kami sadar bahwa kami melanggar peraturan yg ada yaitu mendaki dengan personil ganjil entah kebetulan atau bagaimana namun kami sadari itu. Entah percaya atau tidak mereka memang ada, namun yang terpenting niat dan pikiran kita selalu positif kami percaya tidak akan ada yang membahayakan kita, namun ini pengalaman kami yang terhebat bahkan tidak ada rasa kapok untuk mendaki Gunung Lawu, karena niat kami selalu baik tidak ada niatan untuk berbuat buruk diatas sana. Kalau kita berusaha menjaga alam, maka alam pun akan berusaha menjaga kita. Salam rimba. Selesai~

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: