Cerita

Keanehan di Gunung Lawu

Cerita dari @rickowahyudi

Numpang share cerita min. Jadi pengalaman ku kali ini adalah ke Gunung Lawu via candi cetho, ohiya saya dari jakarta dan saya diajak oleh kawan sejawat saya @ivanmaulana. Saya tidak begitu kenal dengan semuanya karna saya diajak oleh temen ,saya dari jakarta 11 orang dan 2 orang sudah menunggu di solo, hari senin 18 juni 2018 kita berangkat dan sampai hari selasa. Kita langsung dijemput di terminal sragen dan bertemu 2 orang tmn saya yang bernama budi dan aji, jadi total kita 13 orang, dari sragen kita dijemput oleh orang basecamp dan alhamdulilah jam 12.00 sampai di basecamp candi cetho, dan packing ulang, karna ada kendala kita jam 4 baru mulai naik keatas. Saya dipercayai sbg ketua pendakian langsung mengurus simaksi dan langsung mulai naik, tak lupa pula membaca doa, alhamdulilah diperjalanan naik kita ga kenapa napa alias ga ada hal mistis sampai pukul 22.30 kita baru sampai pos4. Kita berinisyatif untuk ngecamp disana karna dr pos 3 sudah tidak ada lahan untuk mendirikan tenda. Saya dan rekan sebagian mendirikan tenda dan ada pula yang masak karna perut sudah mulai keroncongan. Setelah itu kita beristirahat dan bangun pada pukul 09.00 kita akan naik lagi menuju puncak dan singkat cerita Alhamdulilah jam 13.30 kita sampai puncak. Berfoto dan makan cemilan yang kita bawa diatas puncak hargo dumilah. Ketika turun puncak disinilah mistisku dimulai, saya turun paling terakhir bersama rekan saya aji ya beruntung saya turun dengan dia karna dia bisalah kupanggil leader karna pengalamannya yang sudah bisa dibilang banyak, ohiya kita turun puncak pukul 15.00 aji dan sayapun nyasar. Kita pindah jalur, kita malah turun lewat via cemoro kandang, kita pun gatau dan lanjut aja asik seakan akan gasalah jalur sampai kita baru sadar sampai tiba di pos 3 via cemoro kandang dan mulai sadar bahwa salah jalan yang saya heran kita jam 15.00 sampai pos 3 via cemoro kandang jam 16.35 dan mau gamau kita berdua balik lagi ke puncak dan memutar arah untuk turun lewat candi cetho, dan kitapun bergegas untuk langsung naik lagi dan anehnya pas kita naik ke puncak lagi hanya butuh waktu 15menit. Waktu menunjukan pukul 16.50 ada rasa ga percaya juga sebenernya dalam hati tp yaudahlah syukuri aja ohiya sebelum kita sampai puncak untuk mutar lewat via candi cetho kita bertemu sepasang pendaki saat itu tenggorokan kita berdua memang bener2 kering dan bermaksud untuk minta air kepada sepasang pendaki tsb dan alhamdulilah mereka memberi sebetulnya kita hanya minta untuk membasahi tenggorokan saja tapi ia malah memberi kita bekal air, ya saya terima dan tak luput bilang terimakasih. Akhirnya kita lanjut jalan, dan tiba2 ada burung gagak yang berhenti, ketika burung itu terbang kabut tebal langsung dateng tiba2, saya langsung heran dan langsung ngomong sm aji, “Ji jalanya cepetan, dan jangan jauh2 soalnya pandangan cuma 1 meteran kedepan” jawab aji “Siap ko”. Setelah sampai pos bayangan (pasar setan) sekarang sudah diganti namanya menjadi pasar dieng, kita gaketemu pendaki lain, dingin mulai menyelimuti dan tiba2 aja hujan deras, saya langsung berfikir bahwa ada yang aneh, dan ketika kita bertemu pendaki lain, hujan pun berhenti, dingin makin jadi dan sayapun gada pikiran untuk yang macam2 positif aja pokonya.. Dan alhamdulilah sampai tenda jam 17.00 yang lain sudah pada menunggu, kita langsung packing ulang dan siap2 turun. Pas kita jalan untuk turun ada 2 orang pendaki bertanya bahwa kawanya hilang dan belum turun, kita menjawab tidak melihat rekanya itu, dan langsung turun diperjalanan menuju pos 3 kita bertemu pendaki 3 lelaki 1 perempuan, dan sedang mengalami musibah (rekanya keseleo) sayapun dan yang lain membantu, tepat kita membantu org tsb yg katanya dari bogor. Lalu jam 19.00 gunung lawu via cemoro kandang pos 4 kebakaran sudah 4 hektar saya langsung berfikir bahwa tadi saya pas nyasar kesitu, untung sudah sampai disini (pos3) Alhamdulilah.. Setelah kita membantu org bogor tsb langsung melanjutkan perjalanan saya paling depan sering kali berenti karna sering melihat wanita berjubah putih dan lewat depan saya namun saya selalu nunduk dan istigfar (jujur saja sebenernya takut sekali, apalagi saya yg paling depan dan yg liat sendiri). Sesampainya di pos 2 saya buang air kecil dan tidak numpang2 dan keril saya tiba2 berat, cukup berat dari sebelum saya buang air kecil, saat itu tmn saya bilang bahwa diatas keril saya ada yang ngikut dan saya langsung minta maaf. Akhirnya ringan kembali, alhamdulilah setelah itu tidak terjadi apa2 sampai basecamp. Waktu di bc kami bercerita, ternyata ngga cuma saya yg di gangguin min. Waktu di pos 4 si Islah ngeliat kaya nenek2 baju putih rambut kusam lumayan panjang lagi terbang gitu katanya min, tapi karna kita banyak dan jaga jarak dan malam waktunya pada lelah banget jadi cuma dia yang ngeliat. Satu lagi min, saya juga liat cuma ga merhatiin karena saya pikir pendaki, dia lagi duduk ngadep lawan arah/menoleh kearah saya tapi anehnya cuma dia cuma sendiri? Masa iya sendirian? Waktu itu saya posisinya paling belakang waktu track malam menuju pos4 saya positif aja karna takut juga. Cuma itu min pengalaman mistis pendakian ke gunung lawu hhe.. Selesai~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: