Cerita

MISTERI GUNUNG SIBUATAN

Dapet kiriman dari orang medan? @mardandy_

Ini kisah kami ber 6 (dandy/penulis,aldi,gerot,trey,citra dan icut )
Pukul menunjukkan jam 9 pagi dan kami pun memutuskan melakukan pendakian ke atas. Awal cerita ketika hendak naik enggak ada kejadian apa apa dari pintu rimba sampai shalter 3, dan ketika memasuki hutan lumut baru lah terjadi kejanggalan. Tiba” sandal eig** si trey putus dan tidak bisa di gunakan krena ketika menginjak lumpur terlalu dalam, saya kasihan dan gak tegaan juga ngeliatnya dan akhirnya si trey menggunakan sepatu saya dan saya pun tidak menggunakan alas kaki sama sekali (kaki ayam). Dan selama di hutan lumut itu ketika kaki saya menginjak ke dalam lumpur akar pohon itu seperti bergerak di bawah ( akar pohonnya sampai menyebar ke jalan setepak yg di tutupi lumpur) dan saya pun memutuskan untum diam dan tidak menceritakan apapun, dan si ktika sudah kluar dari hutan lumut dan sudah melewati 5 shelter selama kuranglebih 9 jam dan kami akhirnya sampai di area camp sibuatan. Dan yang kagetnya tidak ada pendaki lain ngecamp,yang kami jumpain hanya 1 rombongan turun (padahal hari libur semester ). Kami pun mendirikan 2 tenda pas di bawah pohon. Larut malam pun tiba dan kami ber 3 cowok dalam 1 tenda itu tidak bisa tidur. Dan ntah apa yang memasuki pikiran si gerot dan dia membuka pintu tenda dengan tenangnya dan saya lihat kluar memang luar biasa gelapnya. Ada suara sttt…sttt…sttt (kalau di medan memanggil lawan jenis yang kamu sukai tapi kamu gak kenal siapa namanya) dan saya pun langsung menutup pintu tenda yang di bukak si gerot dan kami ber 3 pun saling menatap dan terdiam, sempat saya memanggil icut di tenda sebelah dan ternyata tidak ada jawaban mereka telah tertidur pulas. Ketika suara itu hilang tiba” tenda bergoyang, di dalam benakku itu hanya angin dan lagi” si gerot tanpa sengaja menyalakan headlamp nyorot ke arah belakang tenda dan bukan main ketika di sorotkan ada sesosok bayangan di luar tenda yang segera berlari ke arah sisi (seperti kaget dia ngeliat cahaya senter ) anehnya tanpa adanya suara hentakan kaki. Dan sambil membaca ayat” pendek kami pun membakar rokok di dalam tenda untuk menghangatkan badan kami dan yang paling kaget belum jugak habis itu rokok tiba” tenda kami ada yang ngelempar besar lemparannya kurang lebih seperti helm kami ber 3 sontak kaget dan penuh tanya. Jujur kami ber 3 tidak ada yang mempunyai pegangan pegangan yg seperti itu kami hanya berdoa dan istigfar yang kluar dari mulut kami ber 3. Jelang kurang lebih 1 menit tiba tiba air tumpah seperti pakai ember menuangnya dari atas pohon menimpa tenda kami di sertai bunyi hiihiii..hi…. dan krekk…. ternyata fiber kami patah, siap tidak siap mau tidak mau kami pun kluar dengan memegang senter masing” untuk pindah ke tenda sebelah dan membangunkan mereka. Namun yang paling mengejutkan ketika kami keluar dan senter saya arahkan ke atas pohon dan tidak ada apa apa namun suara hiiii..hiii itu semakin jauh dan samar yang awalnya begitu sekat. Dan kami pun ber 6 di dalam 1 tenda itu dan anehnya si icut,trey,dan citra tidak mendengar apapun sama sekali! Dan kami ber3 pun memutuskan tidak menceritakan apapun kmereka dan hanya bilang bahwa sanya fiber kami patah karena angin kencang (susun ikan sarden tidurnya ). Dan yang anehnya ktika kami ber 3 pindah tidak terjadi apa dan kejanggalan itu pun hilang begitu saja di telan hening malam. Pagi pun tibah dan uda foto sana sini mlihat sunrise yg gak muncul” hanya dapat samudera di atas awan kami pun kembali ke area camp untuk menyiapkan makanan, dan kami ber 3 cowok memutuskan untuk turun dan yang anehnya 3 orang cewek ini ingin menginap semalam lagi karna alasan tidak dapat sunrise katanya. Kami pun memaksa dan saya berkata ” ayok turun kita jangan egois ini alam bukan taman bermain,ntar sampe pintu rimba kami ceritakan alasannya kami ngajak turun cepat”. Dan tracking turun pun di mulai dari puncak smpai shalter 4 tidak ada masalah,begitu melewati hutan lumut menuju shalter 3 tiba” si citra ngedrop fisiknya dan kami pun memutuskan istirahat dan terus berbincang” agar suasana tidak hening. Kami berpapasan dengan rombangan yg hendak naik dan meminta sedikit air kpada mereka. Dan akhirnya si citra pun di gendong oleh aldi,si gerot membawakan tas si citra ,dan saya tanpa alas kaki(kaki ayam). Namun hal tak terduga muncul ketika berjalan sudah 3 jam kami pun tidak menemui shalter 3 yang kami temui kembali hanya tempat di mana si citra pertama kali duduk tadi dan bertemu dengan rombongan pertama, kami pun semua bingung menunggu berjam” akhirnya si trey melihat seorang perempuan berambut panjang dan kepalanya di ikat dengan tali batak (accsesoris tali khas medan) dan menghampirinya dan yg anehnya hanya aldi yang berkata” ehh trey mau kemana kau oii” saya pun memandang si aldi langsung dan hatiku berkata ada yg tak beres ini. Akhirnya alhamdulillah setelah si trey bertanya kepada perempuan itu kami pun menjumpai shelter 3 dan si citra pun kembali normal badannya wajahnya yg pucat kembali terlihat semangat. Dan akhirnya kami ber 6 sampai di pintu rimba, saya pun langsung meletakkan carriel dan langsung ke sungai di dekat pintu rimba. Sambil bersih” kami pun menceritakan kejadian di malam itu, si trey pun cerita ” kelen tau lek apa yang kakak itu tadi bilang ? Jujur aku wee gak tau aku apa yg dia bilang dia hanya nunjuk ke arah bawa tapi gerak bibirnya kek ngomong gitu”. Aku sontak langsung menjawab, eek kau lah trey kan ngomong sama kau dia lek! Kami semua pun bingung, dan si aldi pun berkata “Lek trey kau tadi jumpain siapa “!( hanya si aldi yang tidak melihat sesosok wanita yang di jumpain trey tadi) Makin besar rasa penasaranku apa yg tlah kami alami 2 hari yang lalu. Usut” punya usut memang ketika di bus hendak berangkat pikiran kami ber 3 parah cowok pikirang kotor tapi dengan candaan dan tawaan yang lepas, dan si aldi pun bilang ketika dia menggendong si citra nafsunya pun sempat menggejolak. Kami pun ber 6 pulang dengan selamat. Tamat~

Leave a Reply

%d bloggers like this: