Cerita

naik merapi sama partnerku

By @novinanggorowati

Min mau cerita dikit niih, kenalin nama aku novin. Pada bulan oktober kemaren aku naik merapi sama partnerku yaitu atina, yaaa biasanya kita naik turun gunung siih berdua aja, tapi gak tau knp pas mau naik merapi kita ribeet bangeet nyari barengan alias takut. hehehee , yaa kan tau sendiri lah merapi itu mitos nya kaya gimana. okee , jadi akhirnya aku sama atina dapet 2 orang cowok jogja yg ketemu juga digunung yaitu mas fahrul dan mas geri. Naah akhirnya pas semua udah fix menentukan hari , kita berangkat hari jumat dan ternyata hari itu jumat kliwon. hahhaha , sesampainya di basecamp jam 15.00 wib dan ada 2 orang cowok dari tangerang yang ingin ikut gabung, namanya bang oka dan bang iqbal . setelah pakcking kita berangkat dari basecamp sehabis maghrib. Dari awal keluar basecamp entah mengapa aku dan atina merasakan hal yang mengganjal , tapi aku cuma diem. aku ngrasain carir yang aku bawa bener” berat. Kita naik dengan santai, sesampainya di shelter 1 temenku yg dari jogja itu dua”nya tidur. setelah jam 11 malem aku bangunin mereka untuk melanjutkan perjalanan, setelah meanjutkan perjalanan dan melewati pos 1, ketika beberapa menit dari pos 1 kita semua memutuskan untuk beristirahat 5 menit. Ketika mau melanjutkan perjalanan lagi , rasanya carirku seperti ada yg menahan dan menarik ku kebelakang. pas aku udah bisa berdiri dengan lantang aku teriak “jangan ada yang narik carirku (sambil menengok kebelakang)” , dan betapa kagetnya ternyata temenku itu ada dibelakangku jauh. Dan temen” ku bilang “gak ada yang megang lohh pin, kita gak megang” ??? seketika langsung pucet gitu mukaku. Sambil meringis paiit??.
Dan setelah kejadian itu aku nyoba menikmati perjalanan , ketika di tengah perjalanan temenku mas geri dan mas fahrul tadi tertinggal lumayan jauh. Alhasil kita sepakat nungguin mereka di atas tikungan yang menanjak. Atina duduk disebelah kiriku, Aku ditengah jalur, dan bang iqbal di sebelah kananku sedangkan bang oka berdiri diatas tikungan depan bang iqbal ditempat yang sedikit lapang sambil nyenter lampu kebawah buat mengecek mereka. Ketika suasana hening , Aku bener” kaget melihat ada yang berdiri didekat kaki bang oka. Hanya saja ia hanya setengah badan karena memang dia berdiri ditikungan yang menanjak. “astaghfirullah apa itu” kataku, tapi tidak ada yang mendengar , aku melihat matanya merah melihatku, wajahnya hancur dan banyak belatungnya sedangkan kainnya sudah sangat lusuh dan kotor. “okee pin, itu bukan apa-apa, itu hanya halusinasiku saja” ucapku pelan , ketika aku sorot kewajah dia , dia tetap ada, kedua masih ada, dan ketiga kalinya tetap masih ada. Dan aku akhirnya menunduk dan bilang dalam hati , ya allah itu pocong/sugus. Segala doa aku ucapkan pada malam itu. Benar” aku mual dan takut bangeet liat mata dan wajahnya itu???
Dan ketika aku memberanikan mengangkat kepala , itu si sugus udah gak ada. Ahamdulillah kataku, setelah itu tiba” bang iqbal teriak” di sampingku “astaghfirullah,astaghfirullah. Ya allah ya robi” teriak bang iqbal dengan sekenceng”kencengnya. Lagi” bang iqbal berteriak “jngan liat kekanan,jangan liat kekanan” dengan suara gemetarku aku pun membalas “enggak liat kanan, nggak liat kanan”??
Setelah itu mas geri sama mas fahrul pun datang. Dan akhirnya kami meneruskan perjalanan, kaki udah lemes, nyoba menjernihkan pikiran. Dan setelah itu kita sukses summit dan kepuncak. Turun summit, sampe tenda makan packing dan turun.
Naahhh disini nii yg bisa dibilang wow nya!! kita turun terbagi menjafi 2 bagian. Atina sama mas fahrul dan mas geri, Sedangkan aku sama bang iqbal dan bang oka. Atina udah duluan , dan ketika aku sampe di gerbang pendakian bang iqbal yang ada didepanku teriak-teriak “vin, temenmu jatuh itu” . Fikirku hallah paling cuma kepleset, dan ternyata dia udah nangis gak ketulungan tangan kanannya sakit banget katanya. dan akhirnya aku sama bang iqbal turun ke bc buat lapor ke sar. Setelah dievakusi dan dikasih ke puskesmas selo,dirujuk ke rumah sakit boyolali. Patah sepatah-patahnya itu tangan saat aku diliatin hasil ronsen nya atina sama dokter.
Selang beberapa hari temenku laki-laki(seorang indigo) memberitahuku . Bahwa atina jatuh itu karena kesengajaan mbak kunti yang tersinggung dengan ucapan atina, ketika mbak kunti itu ketawa kenapa atina malah jawab “siapa yaa”, Dan yang kedua ketika ada yg memegang carirku , itu adalah seorang laki-laki yang tingginya 2meter lebih, berhidung mancung, gigi bertaring dan warnanya hijau??(takut” gimana gitu kalo ngebayangin) katanya dia emang jail , suka ganggu pendaki. Dan masalah pocong itu , yaaaaa itu sudah tempatnya , dia gak ganggu kok. Hnya saja ketika dia menampakkan diri hanya beberapa saja yg bisa melihatnya.
Tamaaat , terima kasih ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: