Cerita

pasar setan nya Gunung Merapi

By.. @_mfadli
Permisi min, saya punya cerita nih tntang pasar setan nya Gunung Merapi, semoga menarik.
Begini ceritanya di saat libur lebaran taun kemarin pda bln juli. Saya bersama ketiga teman saya melakukan prjalnan ke gunung merapi setelah sebelumnya naek dlu ke merbabu. Kami sampai di bscamp barameru(via new selo) pd pkl 16:00 sore, dikarenakan prjalanan turun dari merbabu via selo ckup menghabiskn waktu. Singktnya kita berempat start dari new selo pkl 16:30 sore dngan target ngecamp di pasar bubrah setelah beberapa jam berjalan akhirny kami istrahat di bberapa pos dan kejanggalan pun terasa disaat kami beristiraht di pos watu gajah sebelum pasar bubrah. Karena emang saya berjalan paling belakang, mungkin saya yg sering tercecer dari rombongan. Salah satu teman ingin buang air kecil dan kami mengiyakan untuk sembari beristirahat. Setelah sekembalinya teman, wajahnya pun terlihat suram dan berbeda raut wajahnya. Kami tanya dia, dia jawab baik baik saja. “Ya sudah nanti saja cerita nya” ujar teman saya hassan sambil menangkan agus yg trlihat tegang. Akhirny kami melanjutkan perjanan dan saya masih di posisi paling belakng dari rombongan. Kejadian aneh pun terasa saat kmi melewati tanjakan pasir setelah watu gajah. Posisi saya memang jauh dari rombongan meskipun hanya beberapa meter dari teman saya. Di saat itu yg terlihat hanya rombongan kami yg melanjutkan untuk sampai ke pasar bubrah. Waktu menunjukan pkl 21:00, wktu itu dan hal aneh pun makin terasa oleh saya. Disaat beberapa langkah melewati tanjakan. Saya mendengar suara” aneh di belakang saya, seperti riuh gemuruh pasar. Saya pun tak berani untuk menoleh ke belakang. Jantung pun terasa mw copot, harus ngelakuin apa bingung dalam hati saya hanya bisa berdo’a, mudah2an kami cepat sampai pasar bubrah yg sudah trlihat dari kejauhan. Tapi suara gemuruh itu pun malah semakin keras, malahan ada yg menawari saya untuk minta dibeli dagangan nya, meskipun saya bukan asli dari jawa tapi saya mengerti apa yg bicarakan. Perasaan pun makin campur aduk. Apalagi teman saya jauh dari saya, tapi selang beberepa puluh menit saya pun mendengar bisikan, ngga tw dari mana sumber suaranya.. (Lanjut di komen) Ngga tw dari mana sumber suaranya. Yg jelas katanya “petik aja bunga apa aja, trus lempar ke belakang, sebagai tanda membeli” dan selang beberapa langkah alhamdulillah saya temukan pohon cantigi dan dengan tak lama berpikir saya langsung petik dan lempar ke belakang tanpa menoleh ke belakang, saya pun sambil bergegas berjalan untuk menyusul teman saya yg sudah terlihat sudah sampai. Akhirnya keramaian yg tadi terdengar riuh oleh saya, perlahan-lahan hilang. Yg bikin aneh tuh ngga ngeliat apapun tpi terdengar ramai, awalnya saya pun tdk percaya akan adanya pasar tersebut, tapi dengan mengalaminya sendiri baru saya percaya, wallohu alam
Dan satu lagi tntang teman saya yg bermuka terlihat suram, dia berkata bahwa saat dia buang air kecil tadi dia tengok ke sekitr watu gajah ada yg memprhatikan nya dibalik semak cantigi, badan nya besar dan mata nya pun menyala. Itu pun bercerita saat kmi pulang. Begitu min pengalaman mistis yg ngga ngga akan lupa ama saya. Selesai~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: