Cerita

Pengalaman mistis di Gunung Sinabung Sumatra utara

dari@bayusuzi

(Singkat cerita karna selama naik aman2 saja katanya hhe)…
Waktu sudah menunjukkan jam 8 pagi. Kami pun berkemas untuk bersiap turun dari puncak Sinabung. Team kami terdiri dari 4 orang saya, bayu, Adi, didonk dan Budi. Tiba2 ada satu orang menghampiri kami dan bertanya “PAL mau turun ya?” Iya jawab ku. Aku kembali bertanya “kenapa PAL?” (PAL adalah panggilan sesama pendaki di daerah ku yg artinya kawan) dia menjawab “Boleh gak titip satu teman, kami masih 1 malam lagi disini” katanya tapi sepertinya teman kami ini tidak kuat lagi kalau sampai semalam lagi, lalu aku menjawab”Lho ntar dia dibawah ma siapa?” “Oh di bawah teman kami ada juga yg ngecamp” katanya. Kaki gunung Sinabung adalah kau Kawar yg juga banyak pendaki ngecamp di situ, sebelum menuju puncak. “Ok lah” kata ku. Ternyata teman nya adalah cewek, Juli namanya dan kami pun turun. Ternyata benar Juli fisik nya tdk begitu bagus, masih melewati cadas menuju Shelter 4 dia dah keletihan, sehingga aku bilang dengan Budi “Bud tlong bawa Juli” dia pun menganggukan kepala. Juli pun di gandeng oleh Budi. Dan kami pun melanjutkan perjalanan. Sesampainya di Shelter 3 mulai nampak ke ganjilan. Jalan yg kami turunin sepertinya tdk nampak perubahan. Kami sepertinya turun hanya melewati jalan yg itu2 terus, sehingga Adi untuk meyakinkan dia menandai sebuah pohon. Dan benar setelah berapa lama kami berjalan, balik ke pohon tersebut. Padahal jalan naik dan turun cuma satu jalan. Disitu kami mulai merasa khawatir, “Gimana ini” kata didonk. Kita terus berputar disini saja, hingga hari sudah mau gelap. Aku ambil inisiatif untuk mendirikan tenda. Tapi ini Shelter 3, tdk baik kita ngecamp disini tdk ada pilihan aku katakan kemereka. Shelter 3 adalah Shelter yg di khawatirkan oleh pendaki. Biasanya kita menyebutnya dgn hutan pandan. Sering banyak terjadi keganjilan di Shelter ini. Malam pun tiba, kami semua terjaga. Pada malam itu banyak keanehan, dari penampakan seorang wanita berpakaian merah dan menghilang begitu saja. Sampai suara kaki yg mengelilingi tenda. Tapi tdk ada orangnya, kami pun trus berdoa agar dilindungi. Aku melihat sudah jam 5 pagi. Gimna ini dalam hatiku, jika trus kami tdk menemukan jalan turun. Aku trus berdoa, kemudian aku melihat seperti ada bayangan dan aku menarik tangan didonk untuk melihat, ternyata ada seorang bapak-bapak separuh baya gtu mau naik, tapi sendiri. Langsung saja aku menghampirinya, “maaf pak kami ini tdk bisa turun, kami sepertinya di putar disini saja” kemudian bapak itu tersenyum dan mengatakan sepatah kata saja “Bersih kan hati” itu saja yg dia bilang dan dia pun langsung berjalan, begitu kami hendak mengejar dia sudah tdk kelihatan. Cepat betul bapak itu berjalan pikir ku. Kami pun kembali ke tenda dan menceritakan apa yg disampaikan bapak itu, kemudian budi menarik tangan aku dan mengajak keluar tenda, dia berkata “Maafkan aku, aku salah” “Kenapa?” tanyaku, “Waktu aku bawa juli, pikiran ku kotor dan aku berfikir yg tidak2” jawabnya “Ya ampun Bud, gila kau ya. Gara2 kau bisa ngga pulang kita semua, yaudah sekarang bersihkan hati dan otak kau yg kotor itu” kataku kpdanya. Dan kami pun berkemas, karena aku melihat sudah jam 7 di jam ku. Kami pun mencoba untuk berjalan kembali, sebelum itu kami berdoa dan aku bilang Juli, “Sama didonk aja ya, juli hanya mengangguk” kasian dia nampak raut kecemasan dan ketakutan di mukanya aku bilang “Insya Allah kita akan baik-baik saja”. Kami pun turun melangkah, Alhamdulillah jalan sudah nampak berubah dan kami pun sampai di Shelter 2. Syukurlah dalam hatiku, ternyata kami tdk mutar2 lagi. Kami pun terus berjalan hingga sampai ke bawah, Di danau lau Kawar kami pun sujud sukur dan ini pelajaran buat kita, bahwa di alam itu hati dan fikiran harus bersih.. Selesai~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: