Cerita

Sosok Makhluk Aneh di Gunung Sindoro

Cerita dari @turyantobudi

Mau cerita min sedikit pengalaman saya dan temen2. 17 april 2015 berangkat hari jumat dari rumah karena tgl 16 april 2015 ada korban yg hilang di Gunung Sindoro jadi pendakian di tutup untuk efakuasi jadi kita menginap di kerabat temen qu di temanggung. Alhamdulillah hari sabtu dapat info pendakian di buka, tetapi korban yg hilang msh belum di temukan. Korban tercatat mahasiswa uin jogjakarta. ‌Kita sampai di basecamp kledung jm 10. Registrasi dan diberi pengarahan oleh petugas. Jm 11 kita mulai nanjak tak lupa berdoa. Oh ya kami berempat terdiri dari saya, Manson, Pak’wo dan Ambon. Yg paling berpengalaman adalah manson dia sudah menaklukkan bebrapa atap jawa nusatenggara sulawesi sumatra dan sendirian. Singkat cerita kami mulai naik sampai pos 1 sktr jm 12 adzan berkumandang kami pun istrahat sejenak, Selasai adzan kami kembali naik, dibarisan depan ambon kedua pakwo ketiga saya ke’empat manson.

Memasuki area hutan mulailah perasaan gak enak, Udara lembab dan sinar matahari yang kurang menerangi. Sambil berjalan dan candaan kecil mengiringi tapi tak membuat ku tertawa malah semakin tegang. Dari semak2 ilalang berlari sangat cepat. Bulu kuduk merinding tak bisa berucap. Ada sosok mahluk berbadan seperti manusia berbulu tetapi berkepala seperti serigala atau anjing bertaring. Aku semakin mrinding tak berucap apapun di perjalanan di hutan entah mengikuti atau apa mahluk itu berlari dari semak satu kesemak lainnya dengan begitu cepat, dan itu bukan halusinasi karna saya memperhatikan mahluk itu. Dalam hati berdoa sebisa mungkin keringat dingin trus berkeluaran. Dan anehnya temen2 ku gak lihat dan tidak merasakan apa2 dan tenang2 aja. Saya harus bersikap cuek seperti tidak melihat apa2 dan tetap tenang. Sampai pos 2 kami bertemu tim sar yang mencari korban yang hilang.

Sambil istirahat dan berbincang Mereka bercerita kalau hilang nya pendaki begitu misteri, aku semakin merinding. Katanya yg menyesatkan atau yg mengambil pendaki itu lampor. Entah lampor itu apa aku sendiri kurang paham. Ada yang bilang seperti asap ada yg bilang menyerupai teman dan di sesatkan. Dari pos 2 sekitar pukul 2 siang kami melanjutkan perjalanan sampe pos 3 tiada kendala walau trek agak sedikit nanjak sampai pos 3 padat tenda2 yg ada. Akhirnya kami memutuskan naik lagi sampe hutan lantoro dan memutuskan membuat tenda di sana sekitar pukul 3. Tenda sudah berdiri waktunya masak. Jam 6 mlm waktu petang dan grimis mulai datang. Asal tau aja di sindoro bnyak sekali babi hutan yg berkeliaran.. eh bener jam 9 malam dingin menyerang dan gerimis, tiba2 kawanan babi hutan mengelilingi tenda smbil mengendus2. Tak lupa mereka menanduk2 tenda dari penjuru arah. Dan akhirnya bekal makanan yg didalam tenda di makan sama babi sampe tendanya sobek. Lalu kita sepakat bergantian jaga tenda di depan giliranku sama manson sekitar pukul jm 12 dia kebelet bab dan pergi kesemak2 entah kenapa tak ada angin eh dedaunan pada seperti tertiup angin pdhl angin tidak ada dan tiba2 manson yg lagi bab lgsg teriak nyuruh menyenteri kearahnya alhasil aku lihat pant*t dan kotoranya. “Ih jelehi kamu son” kataku. “Bukan woi bukan aku yg di senteri, itu dedaunan dan semak2 kok pada gerak padahl gak ada angin dan sebelah2 nya jg gak pada gerak hanya satu titik saja” kata manson. Dan lgsg bulu kuduk pun berdiri. Dan dia ku suruh berdoa. Akhirnya jam 1 saya masuk tenda dan temenku gantian jaga. Di dalam tenda pun saya gak bisa tidur. Pukul 2 pagi rombongan dari bawah naik untuk summit. Kita masih lesu, dan jm 3 mulai kita bergerak. Di awali dgn makan roti sobek dan segelas susu kita berangkat berempat membwa 1 daypac dan brg2 di tgl di tenda yg hampir roboh dan sobek sebelah sampingnya.
Jam 4 kita sampe di jalur bebatuan dan menanjak yg curam. Krn kesiangan kita untk summit. Sinar pun semakin menerangi jalan dan tanpa bantuan senter jalan sudah terlhat jalan dan tanpa bntuan senter jalan sudah terlihat hampir sampai ke semak2 atau padang edelwais atau bunga apa itu, terlihat dari semak2 eh ada mahluk yg kemarin sempet ngikutin saya. Dia berlarian di hutan sampe ngkuti di padang sana. Entah mahluk apa itu saya diam tak bersuara berdoa sebisa mgkn dan stelah melewati padang hampir puncak badai turun kabut menyelimuti puncak nampak tim sar pencarian korban hilang berkumpul dan berfoto mengabadikan kenangan, terus kami turun ke tenda. Dan Berkemas istrahat dan jm 10 siang turun jm 12 smpai basecamp kledung dgn syukur alhamdulillah, dan mahluk itu tidak mengikuti selama kami dalam perjalanan turun.
Yang saya heran kenapa hanya saya yg lihat makhluk itu, seperti manusia berbulu dan berkepala seperti anjing atau srigala. Dan pengalaman itu tidakk saya ceritakan di basecamp tp stlah pulang saya critakan agar semua gak panik tim kita. dan itu apa? ada yg tau kah makhluk itu??? Sekian lama memendam kisah ini.. Selesai~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: