Cerita

Sosok Nenek Penunggu Telaga Warna

Assalammualaikum. Numpang share cerita pengalaman saya min @rickhowahyudi_ naik ke taman nasional gunung Gede Pangrango tanggal 17 agustus 2018. Niat saya naik tanggal 17 untuk mengibarkan bendera merah putih dipuncak gunung gede akhirnya saya mengajak satu kawan saya yaitu @agunggfee. Saya orang depok dan agung kawan saya orang jakarta, kita berangkat hari jumat tanggal 16 agustus pukul 23.00wib dari depok (rumah saya) menggunakan motor. Sesampainya dibasecamp cibodas sekitar jam 2.30wib kita beristirahat sebentar diwarung terkenal disana (warung mang idi) niat saya kita berangkat sehabis ba’da shubuh. Ohiyaa posisi gunung gede tsb lagi keadaan tutup dan saya fikir hanya saya dan agung yg naik, karena kita naik lewat orang dalam/calo, ternyata banyak sekali yang naik menggunakan calo, kurang lebih 50orang ada yang dari bekasi dan tanggerang, akhirnya kita mulai naik jam 6 pagi. Selama perjalann naik tidak terjadi apa2 alhamdulillah, sesampainya kandang badak jam 11.30 kita rehat dan makan, teman saya malah ngajak untuk tektok dan pulang malam itu juga. Sayapun mengiyakan saja, dalam hati saya nyesel bawa keril 80L berisi alat dan daypack berisi logistik kalo tektok lebih baik tadi gausah bawa keril berat beratin saja. Sehabis dzuhur kita mulai naik kepuncak gunung gede, setelah melewati tanjakan setan kita bertemu 8orang pendaki 3perempuan dan 5lelaki yg sedang kehabisan air, sayapun langsung memberi air saya setengah untuk mereka, yg ingin lintas ke alun alun surya kencana surganya gunung gede. Saya sampai puncak jam 13.30 dan bener2 kita berdua doang disana seperti rumah sendiri hehe, sampai ketiduran dipuncak jam 14.00 kita mulai turun kebawah (kandang badak) sampai sana kita jam 17.00 dan langsung packing untuk turun kebawah dan yg hnya turun kebawah cuma kita berdua. Kita berdoa dan saya hanya berdoa 2hal “percepatlah langkah hamba dan perlambatlah waktu” dan “semoga kita sebelum malam sudah melewati pos air panas dan jurang” kita mulai turun dan disinilah mistisnya dimulai. Kita melewati pos kandang batu dan dari jauh melihat 2 keril berwarna biru tua, dan pas saya mendekat ternyata hanya trashbug berisikan sampah aneh tapi nyata, benar saja kita melewati pos air panas sebelum malam, dan terus berjalan, sesampai di pos shelter batu kukus 1 (pos4) kita break itu pas banget adzan magrib. Selesai adzan kita mulai jalan dan di pos rawa denok 2 (pos3) saya baru sadar drigen kita tertinggal dipos4 dan ada rumah disebelah kiri dikaca ada yang melihat saya seperti orang berambut panjang menatap kesaya, saya langsung istigfar air yg kita punya hanya di drigen tsb drpd kita kehausan dan saya juga tidak mau membuang sampah digunung. Sampai bawah lagi di rawadenok 1 (pos2) saya mulai diberisikan oleh suara kuda/kerincingan (seperti delman) suara itu terus terdengar sampai telagawarna, di pos cibereum (pos1) saya break lagi dan melihat 1pohon seperti pohon kelapa yang memiliki tunas banyak, namun yg bergerak dari tunas tsb hanya satu dan bergerak keatas kebawah dengan cepat, saya memutuskan untuk berdoa kembali, dan mulai berjalan. Seperjalanan ke telaga warna saya merasa diikuti oleh kuda, dan merasa jauh banget perjalanan sana ketelaga warna, sebelum ditelaga warna saya bilang pada kawan saya jangan menyenter ke kanan dan kedepan cukup kebawah saja, soalnya headlamp sayapun saya pegang karena sering melihat ada yg mantau didepan dan ngambang diatas. Benar saja ditelaga warna teman saya nyenter kekanan dan saya melihat ada kaki yang menyelengkat kaki teman saya hingga jatuh dan berdarah, saya diam saja langsung nyuruh istigfar dan melanjutkan perjalanan saya dan kawan saya serasa halu seakan akan banyak orang disana, jam menunjukan pukul 18.40wib dan saya merasa diputar 2kali dipos bayangan sesudah telagawarna. Fix saya merasa sekali itu jauh nya 2 bahkan sampai 3xlipat, di kawasan babi hutan saya bertemu 7ekor babi yg saya tahu babi hutan tidak bisa nengok, tapi ini berbeda besarnya sebesar sapi, dan babi tsb menoleh kearah saya. Saya bergegas langsung mempercepat jalan, dan melihat orang di bak sampah, saya dekati dan saya pegang pundak orng tsb dan sialnya saya sedang dialam bawah sadar, yang saya pegang dan saya kira pundak ternyata batu yg menyerupai manusia, oh sial saya untungnya resort sudah dekat dan saya langsung lapor. Sesudah lapor saya buang air kecil kearah basecamp, dan tepat didepan pintu masuk taman nasional gunung gede pangrango keril yg saya bawa berat sampai saya terjatuh, ternyata si agung teman saya melihat ada yg menggantung diatas keril saya, ia serontak langsung menyuruh saya baca ayat kursi dan diapun membacanya, setelah itu kita berjalan menuju basecamp dan sesampainya disana kita bercerita tentang apa yg kita lihat selama perjalanan tadi. Oh iya saya melihat sosok nenek2 berambut dan berjubah putih di telaga warna, ada larangan menengok ketelaga setelah magrib saya sudah tau namun saya ingin membuktikanya dan itu nyata, yg dimaksud ngegantung dikeril itu kuntilanak min dengan muka kurang layak, pelajaran untuk kita semua agar selalu mentaati peraturan yg menjadi prosedur tempat itu sendiri dimanapun dan kapanpun digunung maupun ataupun dimana saja.. Selesai~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: