Cerita

Sumbing Via Jalur Sipetung

dari @elim_eva07

Sekedar bercerita..
Tahun kemarin sabtu 10 desember 2016, aku dan keempat teman ( mas rosyid,lala,om agung dan cantika ) sampai di basecamp via jalur sipetung pukul 17.00 wib dan sblm sampai basecamp tadi nya kita sudah kesasar cari basecamp pendakian gunung sumbing cukup jauh. Dan alhamdulillah kita bisa menemukan basecamp via jalur sipetung, Kita melakukan pendakian pukul 17.30 wib dan salah satu dr rombongan kita anak kecil kelas 4 SD tak ada sesuatu yg aneh saat kita keluar dr basecamp hingga sampai pintu gerbang pendakian. Karna lumayan jauh dr basecamp ke pintu gerbang pendakian memakan wktu 1,5jam tapi setelah melewati pintu gerbang pendakian aku sudah merasakan hal yg aneh termasuk salah satu teman mendaki aku “mas rosyid”

Tapi aku diam dan berfikir positif tdk akan terjadi sesuatu saat pendakian kita,setelah kita melakukan perjalanan sampai menemukan pos 1 dengan ada nya mata air kita istirahat sejenak buat minum hilangin dahaga kita. Dan kita lanjut perjalanan lagi kira2 berjalan selama 3 jam kita di hantam datang nya hujan badai dan banyak pohon yg tumbang di jalur pendakian, apa boleh buat mau gk mau kita mesti cari jalur sendiri karna pohon yg tumbang menghalang jalan pendakian kita.

Setelah itu kita memutuskan untuk berhenti istirahat sekitar 5menit dan melanjutkan perjalanan lagi tidak disangka ternyata mas rosyid melihat sesosok perempuan berambut panjang (bisa dibilang kuntilanak ) berjalan di belakang om agung dan kebetulan om agung di posisi paling belakang setelah salah satu kaki nya terperosok kelubang yg lumayan curam. Tapi setelah melihat sesosok perempuan berambut panjang mas rosyid cuma diam dan tdk kasih tau sama kita semua,dan setelah itu pun kita memutuskan untuk berhenti istirahat 1jam karna angin begitu besar dan kaki om agung pun kram jadi kita gelar matras untuk peristirahatan kita. Karena angin dan suhu dingin tdk bisa dikondisikan kita melanjutkan pendakian kita supaya badan menjadi panas dan tdk begitu merasakan kedinginan yg luar biasa.

Sepanjang jalan kita saling ngobrol satu sama lain dan tak disangka lagi aku melihat sesosok (pocong) berdiri di sebelah kiri saat aku berjalan astagfirullah wajah hancur dan aku berusaha memberanikan diri melihat wajahnya tapi aku tdk berani untuk menceritakan ke teman2 dgn apa yg aku liat. Dan akhirnya aku meminta untuk ngecamp di pertengahan jalan tp tdk diaccpt sama yg lain, terpaksa aku melanjutkan pendakian lagi dengan kondisi yg tidak stabil (magh kambuh) tak disangka lagi aku melihat sesosok bayangan hitam berjalan di belakang bocah kecil “Cantika” Tapi dia sih happy2 aja tdk merasakan sesuatu yg aneh. Tp setelah kita menemukan tempat yg layak untuk mendirikan tenda, seketika aku meminta untuk ngecamp disini dan akhirnya yg lain setuju. Karna mlm itu jg udh turun kabut dan anginya besar sekali dan sama sekali tidak bertemu dengan rombongan pendaki lainya, aku mengira klu kita pendaki terakhir wktu itu dan jalur yg kita lewati pun jg jarang di lewati para pendaki soalnya kelihatan sekali klu jalur jalannya tdk kelihatan dan bnyak rumput yg sdh tinggi2.

Pada keesokan harinya kita melanjutkan perjalanan kita dan cari view yang bagus buat ambil gambar,Tak disangka hari semakin sore dan kita memutuskan packing untuk turun pukul 15.00wib dan dengan kondisi aku yg kurang sehat (magh menerjang) menghambat perjalanan turun kita semakin lamban. Aku pun berfikir klu gini caranya bisa-bisa kita sampai di basecamp udh petang, yg aku takutkan klu jalur jalan pendakian tdk kelihatan krna lampu penerangan kita (senter) sudah meredup semuanya. Dan akhirnya bener kita turun sudah petang,gerimis dan juga merasakan sesuatu yg aneh lagi seperti waktu kita berangkat. Ternyata wktu kita melewati jembatan banyak pohon yg menjulang tinggi leher dan pundakku terasa sangat berat dan juga panas bgt, maka dari itu aku memutuskan untuk berjalan lebih cepat lagi supaya segera smpai di basecamp (18.30wib) Tapi anehnya teman2 ku yg lain tdk merasakan sesuatu yg aneh cuma aku dan mas rosyid saja. Tapi alhamdulillah kita bisa pulang dengan selamat seperti yg kita harapakan waktu berdoa sblm melakukan pendakian (selamat sampai tujuan hingga pulang kembali).. Selesai~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: