Film,  Luar

Review: Bleach (2018) Live Action Movie

Yeee… akhirnya Bleach ada live action. Buat kalian yang belum nonton harap untuk membaca review ini sebelumnya. Inshaa Allah saya akan mereview sesuai dengan keadaan yang terjadi.

Saya terus terang tidak suka dengan anime yang dilive action. Terasa aneh dan tidak relevan dengan apa yang terjadi sebenarnya. Pengalaman saya menonton live action dari anime. Menurut saya yang paling memuaskan adalah ruroini kenshin yang pertama. Saya menyukai aksi yang ada dalam film pertama ini. Selanjutnya saya terus terang tidak suka. Terutama dengan sosok sisio dan bawahannya. Terlalu wagu menurut saya.

Film bleach live action ini menepis semua persepsi saya di atas. Mungkin karena produsernya waner bros apa ya? Saya mengatakan di awal – awal masih terlihat wagu dan banyak pertanyaan dengan aksinya (sutradara kurang alami dalam membuat adegan). Adegan – adegan masih terlihat tidak ngakal. Tetapi semua itu terhapus dengan hebatnya Sôta Fukushi selaku ichigo dan Hana Sugisaki selaku rukia. Untuk adegan aksi bertarung aku mengatakan sangat bagus. Dalam membuat CGI ditambah dengan aktor yang benar – benar bisa bertarung membuat ini menjadi film yang pantas ditonton.

Poin negatif lagi untuk Miyavi selaku byakuya. Sumpah aktingnya ngakak. Saya katakan si sutradara kurang bisa membuat dia terlihat sangat kuat. Kurang alay untuk membuatnya sangat kuat. Hawa tekanan kekuatan roh tidak bisa terlihat jelas di sini. Tidak seperti dalam anime atau dalam manganya.

Kesimpulannya, film ini pantas untuk ditonton. Dari adegan, aksi bertarung, akting, dan CGI sudah baik. Semoga film lanjutanya akan menjadi film yang lebih bagus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: