Hobi

Menggunakan popok bayi bekas untuk media cocok tanam

Popok bayi digunakan media tanam – saya mempunyai 1 bayi di rumah. Setiap hari pasti menghabiskan minimal 2 popok. Umurnya sudah 1,5 tahun sampai postingan ini dibuat. Saya lihat di tempat pembuangan banyak sekali popok yang terbuang. Popok ini sulit untuk diuraikan alam. Jika dibakar juga bakalan sulit. Karena banyak mengandung air.

Popok mengandung air dan sulit untuk keluar airnya. Dari pernyataan ini saya berpikiran untuk membuat sebagai media tanam karena menampung air. Ditambah lagi popok yang saya gunakan ada sisa air kencing maupun kotoran dari bayi. Tapi hal ini tidak saya sarankan karena panas. Sebagai contoh air kencing atau kotoran yang langsung diberikan ke tanaman akan membuat tanaman kepanasan dan mati. Sumber bapak saya hehe

karena kotoran dan air kencing membuat panas. Jadi saya memasukan popok dipaling bawah pot. Saya berharap ketika akar sampai pada pot posisi sudah cukup lama dan tidak malah mematikan tanaman. Oh ya. Sebagai contoh di sini saya akan menanam pohon anggur. Saya menggunakan ember sebagai potnya. Karena anggur cukup gede pohonnya.

Urutannya saya memasukan popok dipaling bawah. Terus saya masukan tanah dengan campuran pupuk kandang dari sapi, katul atau dedak( boleh rambut padi), dan beberapa arang. Saya berikan katul atau dedak agar tanah dapat gembur selalu dan akar mudah untuk tumbuh. Untuk bagian arang yang menyarankan kakak saya. Jadi tidak bisa memberikan penjelasan yang logis.

Keunggulan dari popok bayi sebagai media tanam adalah tanah menjadi lebih tahan terhadap kekeringan. Karena jumlah air yang ada di sana lebih banyak. Popok bayi menyimpan air dan mengeluarkan sedikit demi sedikit karena akar yang menyerapnya. Ditambah lagi air ini ada campuran dari kencing bayi sehingga lebih banyak nutrisi untuk tanaman.

Sebagai acuan saya menggunakan media tanam ini tanpa ada sumber referensi dan murni dari pemikiran atau ide pribadi. Saya menggunakan baru untuk 3 tanaman anggur dan sampai sekarang alhamdulillah tanaman masih subur dan sehat. Tapi saya tidak bertanggungjawab dengan apa yang terjadi dengan tanaman Anda. Silahkan Anda mencoba bereksperimen sendiri. Jika Anda menemukan penemuan baru atau kendala pada tanaman tertentu. Alangkah baiknya untuk berbagi di sini. Sekian terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: