Life Style

What the Fuck with Body Shaming?

Beberapa hari ini banyak yang membahas ini dalam media sosial yang biasa aku jelajahi. Banyak yang menentang adanya body shaming. Body shaming itu apa sih? Mengejek bentuk tubuh? Ya?

Aku lahir dalam keadaan merah, dan aku dibersihkan sehingga aku menjadi putih. Kulitku mulus dan putih. Tetapi tahun demi tahun ketika aku mulai merawat tubuhku sendiri kulit ini menjadi hitam. Ya, karena malasnya aku membersihkan diri. Banyak yang ngatain aku hitam, ambon, bladus, kumuh dan semua ejekan lainnya. Semua itu arena warna kulitku yang hitam dan aku jarang untuk merawatnya.

Aku terus terang membiarkannya. Itu adalah aku, aku memang orang yang seperti itu. Malas membersihkan diri adalah kesalahanku. Dan sebab itulah jika ada orang yang ngatain aku tentang hitamnya kulit ini, i dont care with it. Karena sekali lagi, itu adalah kesalahanku. Tetapi belakangan ini ada temanku yang selalu membagikan permasalahan body shaming. Dia adalah salah satu orang yang ngatain aku dulu. Sebelum dia mempermasalahkan body shaming. Saya tidak mempermasalahkan ketika dulu dia mengejekku. Tetapi setelah dia mulai berbagi, aku jadi mulai mempermasalahkan. “lho, lu ngatain aku dulu dengan bebas. Tetapi sekarang lu gak mau ada orang yang ngatain lu? Brengsek tahu gak.” Jika memang bukan karena hal itu, kenapa yang lu bahas cuman body shaming. Ejekan menyakitkan lainnya banyak. Mulai dari bullying, persekusi, hatter, dan perkataan – perkataan netizan maha benar itu.

Sekarang kita cari masalah kenapa bisa ada body shaming. Body shaming ada dalam medsos, itu terjadi karena ente berbagi postingan yang memperlihatkan tubuh. Karena itu akan keluar komentar membahas body. Dan kau marah karena membahas body? Kalo gak ingin bahas yang posting saja foto pemandangan tanpa adanya gambar body disana. Pasti gak ada yang akan bahas body lu disana.

Mungkin medsos harus mengubah nama fiturnya. Seharusnya fitur post, story dan berbagi itu diubah jadi bernama “pamer”. Tanpa disadari yang kita upload itu pamer. ~~Silahkan komen yang tidak setuju~~. Terus kalian marah jika ada yang komentar negatif tentang body Anda. Mungkin kalian harus ubah kata “komentar” menjadi “puji aku”. Biar gak ada yang menghujat. Tetapi memuji semua.

Dalam postingan kali ini saya tekankan, siapapun yangmelakukan body shaming karena tubuh cacat dari lahir dan bukan kesalahan daridia. Aku akan mengutuknya. Tetapi jika kalian pamer dalam medsos ada komentar bodyshaming yang ngatain gendut, hitam, kurus apapun itu yang terjadi karena kesalahandiri sendiri dan kalian marah? Berarti lu orang yang gak mau menjadi seseorangyang lebih baik. Walaubagaimanapun lu bisa gendut, kurus, hitam dan lainnya itu karena lu sendiri. Terimalah kritikan dan perbaiki!! Itulah cara menjadi orangyang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: