Olah Raga

Video Assitant Referee (VAR) : Teknologi yang Digunakan Sepakbola

Halo sobat paloegada, apakah ada seorang pecinta sepakbola? Pernahkah anda mendengar istilah VAR? Ataupun mungkin anda pernah melihat wasit menuju keluar lapangan dan menonton sebuah layar kaca, memperlihatkan reka ulang dari suatu kejadian di lapangan sepak bola?

Pada artikel kali mari kita membahas dan mengetahui lebih jauh lagi tentang VAR, Video Assistant Referee atau dalam bahasa indonesia berarti asisten wasit video.

Pernahkah anda melihat sebuah reka ulang pertandingan sepak bola, dimana pada saat tersebut salah seorang pemain melakukan pelanggaran, misalnya hand ball atau offside, namun hal tersebut tidak diperhatikan oleh wasit.

Bagaimana kemudian perasaan anda? Sebagai pendukung tim yang dirugikan tentu anda akan merasa kesal, berteriak atau mungkin ‘menghina’ wasit yang sedang bekerja. Lain hal nya bila anda mendukung tim yang diuntungkan, tentu anda akan senang, bersyukur dan tertawa.

Hal ini lah yang melatarbelakangi pembentukan VAR. Sistem dan teknologi ditujukan agar wasit dapat melihat kondisi dari perspektif yang berbeda serta dapat mengambil keputusan dengan tepat.

Ada beberapa hal yang dapat ditinjau ulang dengan menggunakan VAR seperti gol yang terindikasi memiliki pelanggaran, indikasi pelanggaran di kotak terlarang, penentuan penggunaan kartu kuning atau merah serta peninjauan ulang terhadap kesalahan identitas ketika diberikan kartu pelanggaran.

VAR pertama sekali diujicobakan pada pertandingan dua tim cadangan Major League Soccer, liga tertinggi di Amerika Serikat & Canada. Pada pertandingan ini wasit menggunakannya untuk meninjau dua pelanggaran dan hasilnya wasit mengeluarkan kartu kuning dan merah pada insiden tersebut.

Namun MLS bukan menjadi liga pertama yang menerapkan sistem dan teknologi ini. Ialah A-League, liga kasta tertinggi di Australia pada 7 April 2017. Walaupun liga ini berbasis di Australia namun anggota timnya bukan hanya berasal dari Australia tetapi ada juga dari Selandia Baru.

Pada pertandingan pertamanya, antara Melbourne City dan Adelaide United, VAR masih belum digunakan. Namun pada keesokan harinya, 8 April 2017, pertandingan antara Wellington Phoenix menghadapi Sydney FC, sistem dan teknologi ini bekerja dengan sangat baik dimana terdapat indikasi hand ball di kotak penalti dan wasit pun memberikan hadiah penalti.

Pada Piala Dunia, penggunaan VAR pertama kali dilakukan pada Piala Dunia 2018 yang diselenggarakan di Moskow, Rusia. Dalam edisi Piala Dunia kali ini pula terjadi rekor pemberian hadiah penalti terpecahkan sebanyak 28 penalti.

Wasit VAR Pialai Dunia 2018 sedang melihat pertandingan melalui kamera
(sumber : hitekno.com)

VAR digunakan dengan cara mengamati insiden dari sudut yang banyak dan berbeda dengan bantuan kamera. Kamera-kamera ini dilihat dan dioperasikan oleh wasit. Pada Piala Dunia 2018 misalnya, terdapat 3 wasit operator VAR dimana masing masing memiliki tugas dan peran yang berbeda.

Walaupun ini sebuah inovasi bagi sepak bola, tidak semua orang setuju dan menyukainya. Bahkan sampai saat ini masih terdapat kritik bagi VAR, bukan hanya dari fans namun juga dari pemain dan pelatih sepak bola.

Jadi bagaimana sob, apakah anda termasuk orang yang pro terhadap teknologi ini atau tidak? Tulis di kolom komentar ya!

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: