Perguruan Tinggi

Kriptografi

Kata Kriptografi berasal dari bahasa Yunani Kryptos (tersembunyi) dan Graphien (menulis). Kriptografi merupakan seni dan ilmu untuk menjaga berita. Dimana kriptografi mempunyai dua bagian penting, yaitu enkripsi dan deskripsi. Enkripsi adalah proses penyandian dari pesan asli (plaintext) menjadi pesan yang tidak dapat diartikan (ciphertext). Sedangkan deskripsi sendiri berarti merubah pesan yang sudah disandikan (ciphertext) menjadi pesan aslinya (plaintext).

Macam – macam algortima

  1. Kriptografi Simetris

Algoritma simetris atau sering disebut algoritma kriptografi konvensional adalah algoritma yang menggunakan kunci yang sama untuk proses enkripsi dan proses deskripsi. Algoritma kriptografi simetris dibagi menjadi dua kategori yaitu algoritma aliran (Stream Ciphers) dan algoritma blok (Block Ciphers). Dimana pada algoritma aliran, proses penyandiannya akan beriorientasi pada satu bit/byte data. Sedangkan pada algoritma blok, proses penyandiannya berorientasi pada sekumpulan bit/byte data (per blok). Adapun contoh algoritma kunci simetris adalah DES (Data Encryption Standard), Blowfish, Twofish, IDEA, MARS, AES(Advanced Encryption Standard) yang bernama asli Rijndael, 3DES (DES diaplikasikan 3 kali),

Contoh algortima Simetris

  • DES : algoritma enkripsi sandi blok kunci simetrik dengan ukuran blok 64-bit dan ukuran kunci 56-bit. DES untuk saat ini sudah dianggap tidak aman lagi. Penyebab utamanya adalah ukuran kuncinya yang sangat pendek (56-bit). Sejak beberapa tahun yang lalu DES telah digantikan oleh Advanced Encryption Standard (AES)
  • Blowfish : algoritma kunci simetrik cipher blok yang dirancang pada tahun 1993 oleh Bruce Schneier untuk menggantikan DES.
  • Twofish : algoritma kriptografi yang beroperasi dalam mode blok cipher berukuran 128 bit dengan ukuran kunci sebesar 256 bit, ukuran kunci yang besar ditujukan untuk meniadakan kemungkinan kunci lemah (weak-key). Algoritma Twofish sendiri merupakan pengembangan dari algoritma Blowfish.
  • IDEA (International Data Encryption Algorithm) : algoritma simetris yang beroperasi pada sebuah blok pesan terbuka dengan lebar 64-bit. Dan menggunakan kunci yang sama , berukuran 128-bit, untuk proses enkripsi dan dekripsi. Pesan rahasia yang dihasilan oleh algoritma ini berupa blok pesan rahasia dengan lebar atu ukuran 64-bit
  • MARS : algoritma kriptografi block cipher kunci simetris dengan ukuran blok 128 bit dan ukuran variabel kunci berkisar pada 128 sampai 448 bit [DAV99]

 

  • AES : Algoritma ini beroperasi dengan menggunakan urutan matriks bertipe byte berukuran 4×4, yang dinamakan sebagai state. AES kemudian melakukan perulangan transformasi untuk mengkonversi input (dinamakan teks mentah) menjadi output (dinamakan teks cipher) sesuai dengan besarnya ukuran byte yang digunakan.
  • Algoritma 3DES : algoritma pengembangan dari algoritma DES (Data Encryption Standard). Perbedaan DES dengan 3DES terletak pada panjangnya kunci yang digunakan. Pada DES menggunakan satu kunci yang panjangnya 56-bit, sedangkan pada 3DES menggunakan 3 kunci yang panjangnya 168- bit (masing-masing panjangnya 56-bit).
  1. Kriptografi Asimetris

Kriptografi asimetris adalah algoritma yang menggunakan kunci yang berbeda untuk proses enkripsi dan deskripsi. Dimana kunci enkripsi dapat disebarkan kepada umum dan dinamakan sebagai kunci publik (public key), sedangkan kunci deskripsi disimpan untuk digunakan sendiri dan dinamakan sebagai kunci pribadi (private key). Oleh karena itu, kriptografi ini dikenal pula dengan nama kriptografi kunci publik (public key cryptography). Adapun contoh algoritma yang menggunakan kunci asimetris adalah RSA (Riverst Shamir Adleman) dan ECC (Elliptic Curve Cryptography). Adapun pada kriptografi asimetris, dimana setiap pelaku sistem informasi akan memiliki sepasang kunci, yaitu kunci publik dan kunci pribadi, dimana kunci publik di distribusikan kepada umum, sedangkan kunci pribadi disimpan untuk diri sendiri. Artinya  bila A ingin mengirimkan pesan kepada B, A dapat menyandikan pesannya dengan menggunakan kunci publik B, dan bila B ingin membaca surat tersebut, ia perlu mendeskripsikan surat itu dengan kunci privatnya. Dengan demikian kedua belah pihak dapat menjamin asal surat serta keaslian surat tersebut.

Contoh algoritma asimetris

  • RSA : dinamakan sesuai dengan nama penemunya, Ron Rivest, Adi Shamir dan Adleman(Rivest-Shamir-Adleman) yang dipublikasikan pada tahun 1977 di MIT. Skema RSA sendiri mengadopsi dari skema block cipher, dimana sebelum dilakukan enkripsi, plainteks yang ada dibagi – bagi menjadi blok – blok dengan panjang yang sama, dimana plainteks dan cipherteksnya berupa integer(bilangan bulat) antara 1 hingga n, dimana n berukuran biasanya sebesar 1024 bit, dan panjang bloknya sendiri berukuran lebih kecil atau sama dengan log(n) +1 dengan basis 2
  • Algoritma ECC (Elliptic Curve Cryptography) termasuk kedalam sistem kriptografi kunci public yang mendasarkan keamanannya pada permasalahan matematis kurva eliptik. Algoritma ECC ini digunakan untuk proses generate key. Metode ini dipilih karena pemecahan keynya yang cukup sulit sehingga akan lebih aman. Tidak seperti permasalahan matematis logaritma diskrit dan pemfaktoran bilangan bulat, tidak ada algoritma waktu subeksponensial yang diketahui untuk memecahkan permasalahan matematis logaritma diskrit kurva eliptik. Karena alas an tersebut, algoritma kriptografi kurva eliptik mempunyai keuntungan jika dibandingkan dengan algoritma kunci public lainnya yaitu dalam ukuran panjang kunci yang lebih pendek tetapi memiliki tingkat keamanan yang sama.
  • Digital Signature Algorithm (DSA) merupakan algoritma kriptografi otentikasi pesan yang menggunakan teknologi kunci publik dan Secure Hash Algorithm (SHA-1) dalam operasinya. Secara umum DSA dapat dideskripsikan sebagai algoritma kriptografi yang memproses pesan dalam sekumpulan bit (block)/ satuan waktu tertentu dengan menggunakan sepasang kunci publik dan kunci privat bagi proses pembentukan dan verifikasi tanda tangan digital.
  • McEliece Cryptosystem atau algoritma McEliece adalah algoritma kunci asimetrik yang dikembangkan oleh Robert McEliece pada tahun 1978. Algoritma ini merupakan skema pertama yang menggunakan sifat acak (randomization) pada proses penengkripsiannya. Algoritma ini kurang mendapat perhatian di komunitas kriptografi walaupun algoritma ini merupakan candidat dari „post-quantum cryptography‟.

Dasar dari algoritma ini adalah dari sulitnya melakukan proses decoding kode linear. Sebagai gambaran pada kunci privat terdapat error- correcting code yang dipilih sebagai algoritma decoding yang efisien dan mampu memperbaiki t errors.

  • Metode LUC merupakan algoritma kriptografi kunci publik yang dikembangkan oleh Peter J. Smith dari New Zealand pada tahun 1993. Metode LUC ini dirancang oleh Peter J. Smith setelah ia berhasil meneliti dan melihat kelemahan dari metode RSA. Metode LUC ini menggunakan fungsi Lucas yang dapat menutupi kelemahan metode RSA yang menggunakan fungsi pangkat. Kemungkinan untuk menjebol RSA menjadi ada karena masalah pangkat tersebut. Fungsi Lucas ini dapat mencegah kemungkinan tersebut. Metode LUC sendiri hampir sama dengan metode RSA hanya saja fungsi pangkat pada metode RSA diganti dengan fungsi Lucas pada metode LUC. Metode LUC ini menggunakan dua buah bilangan prima besar, p dan q untuk menghasilkan pasangan kunci publik, e dan n, dimana n = p * q, serta kunci privat, d. Sedangkan nilai p dan q sendiri tidak digunakan dalam algoritma ini. Algoritma ini juga menggunakan Extended Euclidean algorithm untuk menghasilkan nilai kunci dekripsi d dari kunci enkripsi e. Nilai kunci enkripsi e merupakan sebuah bilangan acak yang dibangkitkan sedemikian rupa sehingga harus relatif prima terhadap p – 1, q – 1, p + 1 dan q + 1. Sedangkan panjang plaintext harus lebih kecil daripada n.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: