SMA

Download materi geografi LITOSFER DAN PEDOSFER ppt power point

SAYA BERIKAN COPAS BEBERAPA DARI ISI FILE DOWNLOAD TANPA GAMBAR UNTUK MENJADI ACUAN ANDA. TOMBOL DOWNLOAD ADA DI BAWAH.

BAB 3. LITOSFER DAN PEDOSFER

A.Dinamika Perubahan Litosfer

1.Pengertian Litosfer

Lithos (batu) dan Sphaira (lapisan). Litosfer yaitu lapisan batuan pembentuk kulit bumi. Dengan kata lain litosfer yaitu lapisan bumi yang paling atas dengan ketebalan 66 km tersusun atas batuan.

Batuan yaitu massa yang terdiri atas satu atau lebih macam mineral dengan komposisi yang tetap. Ilmu yang mempelajari batuan disebut Pedrologi. Batuan merupakan bahan utama pembentuk kulit bumi. Induk segala batuan adalah magma, yaitu larutan silikat yang cair pijar bersuhu tinggi dan mengandung berbagai unsur mineral dan gas yang terdapat di dalam bumi.

Litosfer mengandung 99 jenis unsur kimia yang satu dengan lainnya dapat bergabung membentuk persenyawaan yang disebut mineral.

Mineral pembentuk batuan yang terpenting adalah Kuarsa (SiO2), Feldspar, Piroksen, Mika Putih (K-AL-Silikat), Biotit/Mika Coklat (K-Fe-AL-Silikat), Amphibol, Khlorit, Kalsit (CaCo3), Dolomit (CaMgCO3), Olivin (Mg,Fe), Biji Besi Hematit (Fe2O3), Magnetik (F3O2) dan Limonit (Fe3OH2O).


  1. Daur Batuan

Batuan pembentuk kulit bumi selalu mengalami siklus (daur),   yaitu batuan mengalami perubahan wujud dari magma, batuan   beku, sedimen, malihan dan kembali menjadi magma. Tempat   pembekuan terjadi dipermukaan bumi, di lapisan litosfer yang   tidak begitu dalam, atau di dalam dapur magma bersama-  sama dengan proses pembekuan magma secara keseluruhan,   karena itu batuan yang berasal dari magma akan berbeda-  beda yang semuanya dinamakan batuan beku.

Karena Pengaruh atmosfer, maka batuan beku dipermukaan   bumi akan rusak dan hancur yang kemudian terbawa oleh air,   hembusan angin, dan gletser yang diendapkan disuatu tempat   sehingga terbentuk batuan endapan.

Batuan beku dan batuan sedimen yang endapannya berdekatan dengan magma sebagai tenaga endogen. Karena bersinggungan dengan magma maka batuan sedimen dan batuan beku berubah bentuk menjadi batuan metamorf (batuan malihan).

Berdasarkan tempat terjadinya batuan beku ada 3 macam :

1).Batuan Beku (Igneous rock)

Ignerious rock berasal dari bahasa latin inis (api), batuan beku   merupakan hasil pembentukan cairan magma baik di dalam   maupun di atas permukaan bumi sehingga tekstur yang   terbentuk sangat bergantung kondisi pembekuannya.

Batuan beku yang tidak mencapai permukaan bumi disebut   batuan beku dalam atau batuan intrusi (plutonis). Proses   pembekuan batuan plutonis berlangsung lambat sehingga   menghasilkan bentuk kristal-kristal besar yang disebut tekstur   phaneritis.

  Pembekuan batuan setelah mencapai permukaan bumi disebut   batuan beku luar atau batuan ekstrusi (batuan vulkanis).   Batuan vulkanis sangat cepat membeku sehingga jenis   kristalnya sangat halus dan sulit dilihat dengan mata telanjang   sehingga batuan sedimen tersebut disebut tekstur aphanitis.

Batuan beku dibedakan menjadi 3 macam :

  1. Batuan beku dalam atau plutonik.
  2. Batuan beku korok atau porfirik.
  3. Batuan beku luar (lelehan atau epusif).

Ad 1.Batuan plutonik adalah batuan yang terbentuk berada jauh   didalam bumi (14 – 50 km), karena letak pembekuannya dekat   dengan astenosfer, maka pembekuannya sangat lambat.   Akibatnya bentuk yang dihasilkan besar-besar dan memiliki   kristal-kristal sempurna dengan bentuk tekstur holokristalin   (komposisi disusun kristal sempurna).

Ciri-ciri batuan plutonik adalah :

  1. Umumnya berbutir lebih kasar dibandingkan batuan ekstrusi
  2. Jarang memperlihatkan struktur visikular (lubang gas)
  3. Dapat merubah batuan yang berbatasan pada semua sisinya

Ada 2 macam batuan plutonik : Sill dan Dike.

Sill merupakan batuan plutonik tabular jika dilihat posisinya bersifat concordant selaras dengan lapisan batuan sekitarnya.

Dike merupakan batuan plutonik tabular yang bersifat discordant atau memotong batuan sekitarnya.

Batuan beku yang berupa plutonik masif berukuran lebih besar daripada plutonik tabular dan letaknya lebih dalam. Plutonik masif terbagi atas lakolit dan batolit. Posisinya selalu concordant atau selaras dengan lapisan batuan disekitarnya.

Ad.2. Batuan beku korok atau gang

Terbentuk diantara batuan dalam dan batuan leleran dalam   korok-korok atau gang-gang, yang disebut batuan hypoabisik.

Ad.3. Batuan beku luar

Yaitu batuan beku yang terjadi diatas permukaan bumi. Proses   terjadinya magma yang keluar ke permukaan bumi kemudian   terpengaruh oleh berbagai faktor dipermukaan bumi,misal   temperatur udara, air dan angin, sehingga temperatur dari   magma tersebut akan turun cepat sekali maka ketika magma   membeku hanya membentuk kristal-kristal kecil.

Misalnya andesit dan riolit, sedang yang tidak memiliki kristal,   misalnya batu apung dan batu kaca.

Ciri-ciri batuan beku luar (vulkanik) :

a.Umumnya memiliki kristal yang halus, bahkan amorf.

  1. Sebagian memperlihatkan visikular artinya memperlihatkan adanya lubang-lubang bekas materi gas yang terperangkap.
  2. Kristal mineral batuannya menunjukkan tekstur aphanitis

Untuk membedakan batuan beku dengan batuan lainnya :

a.Tidak mungkin mengandung fosil

  1. Teksturnya padat, mampat serta strukturnya homogen dengan bidang permukaan ke semua arah sama.
  2. Susunan sesuai dengan pembentukannya.

Beberapa jenis batuan beku :

  1. Granit adalah batuan beku dalam, mineralnya berbutir kasar hingga sedang berwarna terang, umumnya putih, kelabu, merah jambu, warna ini disebabkan oleh variasi warna dari mineral feldpar.

Granit terbentuk jauh di dalam bumi dan tersingkap dipermukaan bumi karena adanya  erosi dan tektonik.

Di Indonesia terdapat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irja, digunakan sebagai bahan pengeras jalan, pondasi, galangan kapal, bahan pemoles lantai, serta pelapis dinding.

Gbr. Batuan Granit.

  1. Granodiorit.

Yaitu batuan beku dalam, mineralnya berbutir kasar hingga sedang berwarna terang menyerupai granit. Digunakan untuk pengeras jalan dan pondasi. Granodiorit banyak di alam dalam bentuk batolit, stock, sill dan retas yang tersebar di Bukit Barisan (Sumatera).

Gbr. Batuan Granodiorit.

  1. Diorit

Yaitu batuan beku dalam mineralnya berbutir kasar hingga sedang warnanya abu-abu gelap kehijauan. Banyak terdapat di alam Jateng yaitu Pemalang dan Banjarnegara, digunakan untuk pengeras jalan dan pondasi.

Gbr. Batuan Diorit

  1. Andesit

Yaitu batuan leleran dari diorit, mineralnya berbutir halus komposisi mineralnya sama dengan diorit. Gunung api di Indonesia umumnya menghasilkan batuan andesit dalam bentuk lava maupun piroklastika. Batuan andesit yang banyak mengandung hornblenda disebut andesit hornblenda, sedang yang banyak mengandung piroksin, disebut andesit piroksin. Batuan ini digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, bendungan, konstruksi beton, yang berstruktur lembaran sebagai batu tempel.

Gbr. Batuan Andesit.

  1. Gabro

Yaitu batuan beku dalam yang umumnya berwarna hitam mineralnya berbutir kasar hingga sedang. Digunakan untuk pengeras jalan, pondasi dan yang dipoles sangat disukai karena warnanya hitam untuk lantai dan pelapis dinding. Banyak terdapat di Jawa yaitu Ciletuh, Peg. Jiwo, serayu dan Pemalang.

Gbr Batuan Gabro.

  1. Basal

Yaitu batuan leleran dari gabro, mineralnya berbutir halus, ber warna abu-abu gelap dan hitam. Gunung api di Indonesia umumnya menghasilkan batuan basal dalam bentuk lava dan piroklastika. Digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, bendungan, konstruksi beton, batu tempel. Batuan ini pada umumnya berlubang-lubang akibat bekas gas terutama pada bagian permukaan.

Gbr. Batuan Basal.

  1. Batukaca (obsidian)

Yaitu batuan yang tidak mempunyai susunan dan bangun kristal (metamorf). Terbentuk dari lava yang membeku tiba-tiba dan banyak terdapat disekitar gunung api, berwarna coklat kelabu, kehitaman atau tidak berwarna (putih seperti kaca). Digunakan untuk membuat granit buatan (batuan dihancurkan dan dicampur dengan semen), mata lembing, mata panah.

Gbr. Obsidian

  1. Batuapung

Dibentuk dari cairan lava yang banyak mengandung gas. Dengan keluarnya gas dari cairan lava akan menimbulkan lubang-lubang atau gelembung-gelembung lava yang telah membeku. Lubang ini berbentuk bola ellips, silinder atau tak teratur bentuknya, dengan lubang-lubang ini batuapung jadi ringan. Banyak dihasilkan di G. Krakatau. Digunakan sebagai alat poles dan gosok.

Gbr. Batuapung

i.Konglomerat

Yaitu batuan sedimen yang tersusun dari bahan-bahan dengan ukuran berbeda dan bentuk membulat yang direkat menjadi batuan padat. Bentuk fragmen yang membulat akibat adanya aktivitas air, umumnya terdiri atas mineral atau batuan yang mempunyai ketahanan dan diangkut jauh dari sumbernya.

Diantara fragmen-fragmen konglomerat disi sedimen-sedimen halus sebagai perekat yang umumnya terdiri atas oksida Besi, Silika dan Kalsit. Karena sifatnya yang heterogen menjadikan warnanya abu-abu, putih, kuning, dan diendapkan pada air dangkal.

Gbr. Batuan Konglomerat.

2). Batuan Endapan/Sedimen (Sedimentary Rock).

  Yaitu jenis batuan yang terjadi karena adanya pengendapan material hasil erosi. Batuan beku yang telah terbentuk dipermukaaan bumi mengalami pelapukan, bagian-bagian yang lepas diangkut oleh angin, air atau gletser dan kemudian diendapkan. Endapan tersebut dinamakan sedimen dan masih lunak, karena proses diagenesis sedimen menjadi keras dan disebut batuan sedimen.

Berdasarkan proses pembentukannya ada 3 macam :

  1. Batuan sedimen klasik, yaitu batuan sedimen yang susunan kimianya sama dengan susunan batuan asal. Artinya batuan tersebut ketika diangkut hanya mengalami penghancuran mekanik dari besar menjadi kecil. Batu gunung yang membukit akibat pelapukan, akan hancur berkeping-keping. Kepingan tersebut diangkut air hujan, longsor atau berguli-gulung di lereng dan masuk ke dalam sungai. Arus air sungai mem banting-banting batuan itu sehingga menjdi bentukan kerikil, pasir, dan lumpur yang kemudian diendapkan di tempat baru. Inilah yang disebut batuan klasik. Contohnya batuan pasir dan batu lempung .
  1. Batuan Sedimen Kimiawi.

Yaitu batuan sedimen yang terbentuk jika proses pengendapan tersebut terjadi proses kimiawi, seperti pelarutan, penguapan, oksidasi dan dehidrasi. Contohnya hujan yang terjdi di gunung kapur. Air hujan yang mengandung CO2 meresap ke dalam retakan halus pada batu gamping (CaCO3), air tersebut malarutkan gamping yang dilaluinya menjadi larutan air kapur Ca(HCO3)2. Aliran larutan kapur akhirnya sampai ke atap gua kapur, tetesan air kapur membentuk stalaktit di atap gua dan stalakmit di dasar gua. Terjadinya stalaktit dan stalakmit akibat adanya dan penguapan H2O dan CO2 pada waktu air kapur menetes. Kedua bentukan sedimen kapur tersebut disebut batuan sedimen kimiawi.

  1. Batuan Sedimen Organik

Yaitu batuan sedimen yang terjadi karena selama proses pengendapan mendapat bantuan dari organisme. Sisa rumah atau bangkai binatang laut yang tertimbun di dasar laut, seperti kerang, terumbu karang, tulang belulang, lapisan humus di hutan, dan organisme lainnya.

Berdasarkan perantara atau mediumnya :

a.Batuan sedimen aeris (aeolis), pengangkutan batuan ini adalah oleh angin. Misal : tanah los, pasir di gurun.

  1. Batuan sedimen glasial, pengangkutan batuan ini dilakukan melalui media perantara es. Contohnya moraine.
  2. Batuan sedimen aquatis, batuan sedimen yang terdiri atas batuan yang sudah direkat antara satu sama lain.
  3. Batuan sedimen marine, terbentuk oleh tenaga air laut, misal batu karang.

3). Batuan Metamorf (malihan)

Yaitu batuan hasil ubahan dari batuan asal (batuan beku dan batuan endapan) akibat proses metamorfisis.

Metamorfisis adalah suatu proses yang dialami batuan asal akibat dari adanya tekanan atau temperatur yang meningkat atau tekanan dan temperatur sama-sama meningkat.

Perubahan batuan dapat terjadi karena :

a.Suhu tinggi, berasal dari magma karena berdekatan dengan dapur magma sehingga metamorfosis ini disebut metamorfosis kontak.

Misal : marmer dari batu kapur, antrasit dari batu bara

  1. Tekanan tinggi, berasal dari adanya endapan-endapan yang sangat tebal di atasnya. Contohnya batu pasir dari pasir.
  2. Tekanan dan suhu tinggi, terjadi jika ada pelipatan dan geseran pada waktu terjadi pembentukan pegunungan. Metamorfosis ini disebut metamorfosis dinamo, misal batu asbak dari batu tulis.
  1. Penambahan bahan lain, pada saat terjadi perubahan bentuk terkadang terdapat penambahan bahan lain. Jenis batuan metamorf tersebut dinamakan batuan metamorf pneumatalitis.
  2. Mineral.

Adalah sebagian besar zat zat hablur (kristal) yang terdapat dalam kerak bumi dan bersifat homogen, baik secara fisik maupun kimiawi. Sebagian besar mineral dalam bentuk padat, tetapi ada juga yang berbentuk cair dan gas.

Mineral akan mudah diidentifikasi dengan memperhatikan beberapa sifat fisiknya, yaitu warna, kilap, bentuk, kekerasan, belahan, dan berat jenisnya.

Ada beberapa jenis mineral :

  1. Sulfida, yaitu persenyawaan logam dengan unsur belerang
  2. Oksida, yaitu persenyawaan logam dengan oksigen
  3. Sulfat, yaitu persenyawaan belerang dan oksigen dengan logam yang berbeda-beda.
  4. Karbonat, yaitu persenyawaan karbon dan oksigen dengan bermacam-macam logam.
  1. Silikat, yaitu persenyawaan bermacam-macam unsur dengan silikon dan oksigen.
  2. Tenaga Pembentuk Muka Bumi

  Bentuk permukaan bumi bersifat dinamis artinya dari waktu ke   waktu terus mengalami perubahan dan perkembangan. Secara   umum bentuk permukaan bumi tidaklah rata, dengan   pengerti   an terdapat bentuk permukaan bumi yang tinggi/terjal, ada   yang landai/rendah. Tinggi rendahnya permukaan bumi   disebut relief. Ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk   muka   bumi disebut geomorfologi.

Perubahan muka bumi secara alami dipengaruhi oleh   tenaga endogen dan eksogen.

a). Tenaga endogen yaitu tenaga yang berasal dari dalam bumi   yang sifat utamanya membangun permukaan bumi namun   memiliki safat sampingan yaitu merusak permukaan bumi.   contohnya tektonisme,vulkanisme, dan gempa runtuhan.

1). Tektonisme

Yaitu tenaga dari dalam bumi yang mengakibatkan terjadinya perubahan letak (dislokasi) atau bentuk (deformasi) kulit bumi. Sebagaimana diketahui permukaan bumi terbentuk dari lapisan batuan yang disebut litosfer/kulit bumi. Litosfer memiliki ketebalan relatif tipis sehingga mudah pecah menjadi potongan potongan kulit bumi yang tidak beraturan disebut Lempeng Tektonik (tektonik plate).

Gerakan tektonik adalah pergerakan lempeng-lempeng tektonik kulit bumi secara vertikal maupun horizontal karena pengaruh arus konveksi dari lapisan di bawahnya.

Berdasarkan daerah dan waktu terjadinya :

a.Gerak Epirogenetik

Yaitu gerak lapisan kerak bumi yang relatif lambat dalam waktu yang lama serta meliputi daerah yang sangat luas.

Misal, tenggelamnya benua Gondwana menjadi sesar Hindia.

 

Download materi geografi LITOSFER DAN PEDOSFER ppt power point

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: