SMA

Download materi hakekat geografi sma doc word

SAYA BERIKAN COPAS BEBERAPA DARI ISI FILE DOWNLOAD TANPA GAMBAR UNTUK MENJADI ACUAN ANDA. TOMBOL DOWNLOAD ADA DI BAWAH.

BAB 1.  HAKEKAT GEOGRAFI

  1. PENGERTIAN GEOGRAFI

Geografi berasal dari bahas Yunani Geos dan Graphein, Geos artinya bumi dan Graphein artinya lukisan atau gambaran. Jadi Geografi adalah lukisan atau tulisan tentang bumi. Orang yang pertama kali mengemukakan konsep geografi adalah ERATOSTHENES pada tahun 200 SM dengan menggunakan istilah geografika.

Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan gejala alam dan kehidupan di muka bumi (gejala geosfer), serta interaksi antara manusia dengan lingkungan dalam konteks keruangan dan kewilayahan.

Dari batasan tersebut geografi tidak hanya mempelajari bumi saja, tetapi juga dapat dilihat adanya fenomena permukaan bumi seperti :

  1. Atmosfer, yaitu lapisan udara yang menyelubungi bumi.
  2. Litosfer, yaitu lapisan kulit bumi yang paling luar.
  3. Hidrosfer, yaitu bumi yang terdiri dari air.
  4. Biosfer, yaitu lingkungan hidup flora dan fauna maupun manusia (anthrosfer).

 

Pengertian Geografi menurut beberapa para ahli :

  1. Immanuel Kant (1724-1821).

                Geografi adalah ilmu yang obyek studinya adalah benda-benda, hal-hal atau gejala-gejala yang tersebar dalam wilayah di permukaan bumi, (Physische Geofraphie)

  1. Karl Ritter (1779-1859)

                Geografi merupakan suatu telaah tentang bumi sebagai tempat hidup manusia, yang menjadi obyek studi geografi adalah semua fenomena di permukaan bumi baik organik maupun anorganik yang berkaitan dengan kehidupan manusia.

  1. Friederich Ratzel (1844-1904)

                Geografi sebagai sarana organisme untuk berkembang.Suatu negara cenderung meluaskan Lebensraum-nya sesuai kekuatan yang ia miliki.(politische Geographie).

  1. Alexander Von Humboldt (1769-1859)

                Geografi adalah identik dengan geografi fisik, yaitu bagamana kaitan bumi dengan matahari dan perilaku bumi dalam ruang angkasa, gejala cuaca dan iklim, tipe-tipe permukaan bumi dan proses terjadinya, serta hal-hal yang berkaitan dengan hidrosfer dan biosfer.

  1. Elsworth Huntington (1876-1947)

                Kelangsungan hidup dan peradaban manusia sangat dipengaruhi oleh iklim. Atas dasar teorinya itu kemudian terkenal dengan determinis iklim (memandang iklim sebagai penentu kehidupan).

Geografi sebagai studi tentang fenomena permukaan bumi beserta penduduk yang menghuninya, serta adanya interaksi antara gejala dan sifat-sifat permukaan bumi dengan penduduknya.(The Pulse of The Earth)

  1. Paul Vidal De La Blache (1845-1918)

                Lingkungan menawarkan sejumlah kemungkinan (posibilities) kepada manusia untuk hidup dan berkembang.

Geografi sebagai ilmu yang mempelajari bagamana proses produksi dilakukan manusia terhadap kemungkinan yang ditawarkan oleh alam.

  1. Halford Mackinder (1861-1947)

                Geografi adalah ilmu yang fungsi utamanya menyelidiki interaksi manusia dalam masyarakat dengan lingkungannya yang berbeda menurut lokasinya. (The Scope and Methods Geography yang berisi konsep man-land relation/hubungan manusia dengan lahan).

  1. Daldjoeni

                Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mengajarkan manusia mencakup 3 hal :

  1. Spasial (ruang), mempelajari persebaran gejala baik yang alami maupun manusiawi di muka bumi.
  2. Ekologi, mempelajari bagaimana manusia harus mampu beradaptasi dengan lingkungannya.
  3. Region, mempelajari wilayah sebagai tempat tinggal manusia berdasarkan kesatuan fisiografisnya.
  4. Seminar Lokakarya IGI di Semarang 1988

                Geografi merupakan ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang wilayah atau lingkungan dalam konteks keruangan.

  1. Bernard Varen (1622-1650)

                Geografi adalah campuran dari matematika yang membahas kondisi bumi beserta bagia-bagiannya juga tentang benda-benda langit lainnya.(Geography Generalis).

Pendekatan Geografi

Menurut Peter Hagget untuk menemukan masalah geografi,  diperlukan tiga pendekatan :

  1. Pendekatan keruangan (Spatial Approach).

                                Yaitu seluruh permukaan bumi sebagai tempat hidup                                     flora, fauna dan manusia. Hal ini menganalisis fenomena                                          geografis berdasarkan penyebarannya dalam ruang.                                       Aspek ruang muka bumi meliputi lokasi, kondisi alam, dan                            sosial budaya masyarakatnya.

  1. Pendekatan Kelingkungan (Ecological approach).

Yaitu mempelajari interaksi antara organisme hidup dengan                        lingkungannya. Interaksi antara manusia dan lingkungan                                 bersifat sebab akibat, misal kalau manusia merusak hutan                            maka manusia juga akan terkena dampaknya seperti                                      tanah longsor, banjir. Jadi melalui pendekatan ini agar                                        manusia selalu menjaga lingkungannya.

  1. Pendekatan Komplek Kewiayahan (Regional Complex Approach).

Merupakan gabungan pendekatan keruangan dan ekologi.

Hal ini karena setiap daerah memiliki perbedaan baik kondisi alam maupun manusia, sehingga setiap daerah akan selalu berhubungan dengan daerah lain untuk memenuhi kebutuhannya.

Kosep Esensial Geografi mencakup :

  1. Konsep lokasi

                                a.Lokasi Absolut

Untuk menentukan lokasi ini harus menggunakan letak                                                 secara astronomis yaitu berdasarkan garis lintang dan                                  garis bujur. Letak absolut bersifat tetap dan tidak berubah.

  1. Lokasi Relatif

Lokasi ini sifatnya berubah-ubah dan sangat berkaitan                                   dengan lingkungan sekitarnya.

  1. Konsep jarak

Pemisah antar wilayah atau tempat tetapi pengertian                    pemisah sekarang ini berubah sejalan dengan kemajuan           dibidang transportasi dan komunikasi.

  1. Konsep Keterjangkauan

Keterjangkauan suatu daerah yang masih terbelakang lama kelamaan akan berubah menjadi lebih baik seiring dengan perkembangan kemajuan perekonomian dan tehnologi.

  1. Konsep Morfologi

Merupakan perwujudan bentuk permukaan bumi sebagai hasil pengangkatan atau penurunan wilayah seperti erosi dan peng endapan. Melihat peristiwa tersebut ada wilayah yang berbentuk pulau, pegunungan, dataran, lereng, lembah dan dataran alluvial. Morfologi dataran adalah perwujudan wilayah yang dipergunakan manusia untuk tempat bermukim, usaha pertanian dan perekonomian.

  1. Konsep Aglomerasi (pemusatan)

Yaitu persebaran penduduk yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit dan menguntungkan.

  1. Konsep Nilai Kegunaan

Nilai kegunaan suatu fenomena di muka bumi yang bersifat relatif artinya nilai kegunaan itu tidak sama, tergantung dari kebutuhan penduduk yang bersangkutan.

  1. Konsep Pola

Pola berkaitan dengan susunan, bentuk, dan persebaran fenomena dalam ruang muka bumi. Fenomena yang dipelajari adalah fenomena alami dan sosial.

Fenomena alami seperti aliran sungai, persebaran flora, jenis tanah, curah hujan. Fenomena sosial misalnya persebaran penduduk, mata pencaharian, pemukiman, dsb.

  1. Konsep Diferensial Areal

Yaitu perpaduan berbagai unsur baik unsur, lingkungan alam ataupun kehidupan. Hasil perpaduan ini akan menghasilkan ciri khas bagi suatu wilayah (region).

  1. Konsep Interaksi/Interdependensi

Yaitu kegiatan yang saling mempengaruhi daya, obyek, atau dari tempat yang satu dengan tempat yang lain. Setiap tempat mengembangkan sumber daya alamnya yang tidak terdapat didaerah lain.

  1. Konsep Keterkaitan Keruangan

Yaitu derajat persebaran suatu fenomena dengan fenomena lain dalam suatu tempat, artinya fenomena alam dan kehidupan sosial.Misal tingkat erosi dengan kesuburan tanah.

  1. Ruang Lingkup Geografi

Ruang lingkup geografi mencakup tiga hal :

  1. Mempelajari manusia di bumi (demografi)
  2. Mempelajari hubungan manusia dengan lingkungan alam
  3. Menganalisa adanya perbedaan wilayah secara spesifik

Dari tiga ruang lingkup tersebut tidak bisa dilepaskan dari aspek alamiah dan insaniah melainkan juga mencakup analisa geografi yang terdiri dari penyebarannya, Interelasinya, Interaksinya.

Melihat analisa gejala yang dipelajari diatas maka geografi dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

What, Where, Why, Who, When,How.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut misal masalah gempa bumi.

Pertama what (Apa) yang terjadi, gempa bumi

Kedua where (dimana) gempa itu terjadi

Ketiga why (mengapa) gempa itu terjadi karena tektonisme,                      vulkanisme, terban/runtuhan

Keempat who (siapa) yang bertanggung jawab atau siapa yang tertimpa atas kejadian itu

Kelima when (kapan) terjadinya peristiwa itu

Keenam how (bagaimana) usaha atau cara untuk menghindar dari           bencana gempa bumi itu.

Dengan pertanyaan tersebut geografi akan dapat menjawab kejadian alam atau kejadian sosial.

  1. Objek Studi Geografi

Bumi ini merupakan kajian objek geografi.

  1. Objek Material

                                Objek material geografi berupa fenomena permukaan                  bumi (geosfer) yang meliputi :

– Litosfer : berkaitan dengan kulit bumi/kerak bumi

– Atmosfer : lapisan udara (cuaca dan iklim)

– Hidrosfer : lapisan air (air di daratan dan di lautan)

– Biosfer : kehidupan dimuka bumi (flora dan fauna)

– Antroposfer : kehidupan manusia di muka bumi.

Secara ringkas objek material geografi meliputi gejala-gejala yang terdapat dan terjadi di muka bumi

  1. Objek Formal

                Merupakan metode dalam mengkaji dan menganalisis masalah-masalah objek material geografi. Analisis masalah tersebut dilakukan melalui :

  1. Pendekatan keruangan (spatial approach)

Pendekatan khas geografi dengan mengkaji variasi          fenomena alam di permukaan bumi. Hal ini                 mempelajari      tentang letak, jarak, keterjangkauan      (aksesibilitas) dsb.

  1. Pendekatan Lingkungan (ecological approach)

Merupakan pendekatan berdasarkan interaksi yang       terjadi   pada lingkungan, dalam geografi berkenaan          dengan hubungan kehidupan manusia dengan lingkungan fisiknya.

  1. Pendekatan Kewilayahan (regional approach)

Mengkaji karakteristik fisik maupun sosial dari   fenomena yang terjadi di permukaan bumi yang berada antara suatu wilayah dengan wilayah lainnya.

Pendekatan ini menekankan pada perbedaan wilayah.

  1. Prinsip-Prinsip Geografi

                Untuk menganalisis dan mengungkapkan gejala geosfer dalam kehidupan sehari-hari secara teoritis digunakan prinsip dasar geografi, hal ini meliputi :

  1. Prinsip Penyebaran

Dengan mengkaji dan menganggambarka persebaran    berbagai fenomena geosfer, kita dapat mengungkap     kan hubungan antara satu fenomena dengan     fenomena lainnya. Selanjutkan kita juga dapat                 meramalkan kemungkinan apa yang akan terjadi              kemudian. Misalnya fenomena banjir, pengamatan                 daerah banjir, antisipasi musim hujan yang akan datang dapat   segera dilakukan.

  1. Prinsip Interelasi

Melalui prinsip ini dapat diungkapkan hubungan faktor alam dengan manusia atau sebaliknya. Dari hubungan           tersebut akan tergambar karakteristik gejala alam di       wilayah itu.

Misal banjir, kita dapat mencari bagaimana banjir dapat                 terjadi, faktor alam atau faktor manusia.

  1. Prinsip Deskripsi

Kita tahu bahwa alam dan manusia saling berkaitan, bentuk keterkaitan ini digambarkan dalam bentuk deskripsi seperti halnya awal kemunculan ilmu geografi yang dimulai dari deskripsi yang dituangkan dalam catatan perjalanan.

  1. Prinsip Penggambaran

Prinsip ini memberikan gambaran lebih lanjut tentang fenomena atau masalah yang terjadi. Penggambaran bukan hanya dengan kata-kata tetapi juga dengan menggunakan peta, diagram, grafik dan tabel.

  1. Prinsip Korologi

Prinsip ini memadukan prinsip-prinsip lainnya dan merupakan ciri dari geografi modern. Diterapkan dengan mengkaji persebaran, interelasi, dan deskripsi suatu wilayah. Kondisi suatu wilayah akan memberikan ciri khas pada kesatuan gejala, fungsi dan bentuk.

Berdasarkan kajian geografi terbagi atas 3 cabang ilmu :

  1. Geografi Fisik:

Mempelajari bentang lahan (landscape) yaitu bagian ruang dari permukaan bumi yang dibentuk oleh interaksi dan interdependensi bentuk lahan. Perhatian utama geografi adalah lapisan hidup (life layer) dari lingkungan fisik.

Ilmu yang menunjang geografi fisik adalah :

 

 

 

 

TATA SURYA DAN JAGAT RAYA

  1. Pengertian

Jagat raya adalah istilah lain dari alam semesta, dalam astronomi ilmu yang mempelajari ihwal bintang.

Jagat raya adalah sebuah ruang tempat benda langit berada termasuk bumi manusia hidup.

  1. Teori Terjadinya Jagat Raya
  2. Teori Big Bang (Dentuman Besar)

Jagat raya terbentuk dari ledakan dahsyat yang terjadi                   ± 13.700 juta tahun yang lalu. Akibat ledakan tersebut             materi-materi dengan jumlah sangat banyak terlontar ke             penjuru alam semesta. Materi-materi tersebut akhirnya              membentuk bintang, planet, debu kosmis, asteroid,       meteor, energi, dan partikel-partikel lain.

Tahun 1929 Edwin Hubble astronom America Serikat,     berdasarkan pengamatan dan penelitiannya                 menunjukkan    bahwa jagat raya tidak bersifat statis. Semakin jauh         jarak galaksi dari Bumi semakin cepat proses pengembangannya.

Gb Jagat Raya berasal dari ledakan dahsyat

  1. Pandangan Manusia Tentang Jagat Raya
  2. Anggapan Antroposentris/Egosentris

Antropos=manusia, centrum/centris=pusat, jadi manusia            sebagai pusat segalanya di alam semesta ini.

Bangsa primitif sejak awal sudah menyadari adanya bumi             dan langit, matahari, bulan dan bintang. Bumi dianggap                 serupa dengan hewan, tumbuhan dan dengan dirinya   sendiri.

Bangsa Babilon yang hidup 2.000 SM menggambarkan alam         semesta ini merupakan kubah tertutup, bumi sebagai lantainya dan disekeliling bumi terdapat lubang yang      digenangi air, serta diseberang air terdapat gunung yang   tinggi sebagai penyangga langit.

  1. Pandangan Geosentris

Geo=bumi, centrum=pusat, jadi bumi sebagai pusat alam                            semesta. Anggapan ini dimulai abad VI SM.

Claudius Ptolomeus melakukan opservasi di Alexandria                 (pusat budaya Mesir) ia menganggap bahwa pusat jagat           raya adalah Bumi, sehingga Bumi dikelilingi matahari dan               bintang-bintang.

  1. Anggapa Heliosentris

Helios=matahari, matahari merupakan pusat jagat raya yang dikelilingi planet-planet, bahwa bulan mengelilingi        bumi dan bersama-sama mengitari  matahari dan bumi berputar ketimur yang menyebabkan siang dan malam.       

                                Pandangan ini dipelopori oleh Nicholas Copernicus (1473-             1543) pada bukunya De Revolutionibus Orbium Caelestium          (tentang peredaran benda-benda langit) tahun 1507.

  1. Anggapan Galaktosentris

Galaxy=kumpulan jutaan bintang, Beranggapan galaksi sebagai pusat tata surya. Galaktosentris dimulai tahun 1920          yang ditandai dengan pembangunan teleskop raksasa di               Amerika Serikat. Sehingga dapat lebih banyak memberikan               informasi mengenai galaksi.

GALAKSI

  1. Pengertian Galaksi

Yaitu suatu sistem bintang atau tatanan bintang-bintang.

Para astronom menyimpulkan bahwa galaksi yang terdapat di alam semesta berjumlah miliaran dengan tiap-tiap galaksi terdiri atas ratusan miliar bintang. Untuk dapat mengamati dan menghitungnya diperlukan alat yaitu teleskop.

Galaksi tersusun secara menggerombol dan tiap-tiap galaksi memiliki gaya grafitasi. Matahari bersama planet yang mengitarinya terletak pada satu galaksi yang diberi nama galaksi Bimasakti. Bintang-bintang yang terdapat dalam galaksi memiliki bentuk yang beraneka ragam, ada yang berukuran kecil, ada yang berukuran raksasa. Ada yang memancarkan cahaya terang benderang, cahaya berkilauan, cahaya redup bahkan ada bintang yang sudah mulai hancur.

  1. Bentuk-Bentuk Galaksi

Menurut morfologinya, galaksi dibedakan menjadi tiga bentuk :

  1. Bentuk Tak Beraturan.

Galaksi ini memiliki bentuk khusus terdiri atas bintang-  bintang tua dan muda.  Magellan Kecil, dua buah galaksi                       tetangga terdekat Bimasakti yang hanya berjarak             sekitar 180.000 TC dari Bimasakti.

  1. Bentuk Elips.

Galaksi ini mempunyai struktur yang halus dari pusat (inti) roda dan selubung pipih yang membungkus pusat. Kerapatan bintang-bintang dibagian inti lebih tinggi dibandingkan bagian tepinya.

  1. Bentuk Spiral.

Galaksi ini memiliki lengkungan-lengkungan spiral yang keluar dari sebuah inti yang terang seperti pusaran api raksasa juga memiliki tiga bagian yaitu, pusat roda,   selubung bulat yang membungkus pusat, dan piringan dengan lengan spiral yang mengelilingi.

TATA SURYA

1.Teori Terjadinya Tata Surya.

  1. Teori Kabut/Nebula (dikemukakan oleh Immanual Kant dari Jerman tahun1755, kemudian dikembangkan oleh        Pierre de Laplace dar Prancis tahun 1796.

Tata surya berasal dari Nebula yaitu gas atau kabut tipis                 yang sangat luas dan bersuhu tinggi yang berputar sangat     lambat. Perputaran yang lambat itu menyebabkan          terbentuknya konsentrasi materi yang mempunyai berat                 jenis tinggi yang disebut inti massa di beberapa tempat                 yang berbeda. Inti massa yang terbesar terbentuk ditengah,            sedangkan yang kecil terbentuk disekitarnya. Karena terjadi                 proses pendinginan inti massa yang lebih kecil berubah                 menjadi planet-planet,sedangkan yang paling besar masih           tetap dalam keadaan pijar dan bersuhu tinggi yang disebut          matahari.

Gb. Pembentukan tata surya menurut teori Nebula

  1. Teori Planetesimal

Dikemukakan oleh dua orang Amerika pada awal abad ke-           20 yaitu T.C. Chamberlain dan Forest Ray Moulton

                                Teori ini menyatakan suatu ketika sebuah bintangmelintasi         ruang ankasa dengan cepat dan berada dekat sekali         dengan matahari, daya tarik bintang       ini sangat besar                 sehingga menyebabkan pasang dia bagian gas panas        matahri. Akibatnya masa gas terlempar dari matahari dan             mulai mengorbit, karena daya tarik matahari masa               gas ini    tertahan dan bergerak mengelilingi matahari. Ketika gas                 menjadi dingin bentuknya berubah menjadi cair kemudian          memadat. Akhirnya masa gas itu menjadi planet yang ada                sekarang termasuk bumi kita.

 

Gb Pembentukan tata surya menurut teori Planetesimal

  1. Teori Pasang Surut

Dikemukakan oleh Sir James Jean dan Sir Harold Jeffreys keduanya dari Inggris pada tahun 1918.

Planet-planet tebentuk langsung oleh gas asli matahri yang tertarik oleh sebuah bintang yang melintas di dekatnya.

Ketika bintang mendekat atau bahkan menyerempet matahari tarikan grafitasinya menyedot filamen gas yang berbentuk cerutu panjang, filamen yang membesar dibagian tengahnya dan mengecil di kedua ujungnya, filamen inilah yang akhirnya membentuk planet.

Gb Pembentukan tata surya menurut teori Pasang Surut

  1. Teori Littleton (Bintang Kembar)

Matahari mulanya berupa bintang kembar yang mengelilingi sebuah medan grafitasi. Sebuah bintang menabrak salah satu bintang kembar dan hancur, bintang yang hancur berubah menjadi masa gas yang berputar-putar, dan menjadi dingin akhirnya terbentuklah planet. Adapun bintang yang bertahan menjadi matahari, karena kekuatan grafitasinya matahari menahan planet yang terbentuk dan beredar menurut lintasannya sekarang.

Gb Pembentukan tata surya menurut Bintang Kembar

Gb teori terjadinya tata surya Awan Debu

  1. Teori Awan Debu (Fred L. Whippel seorang astronot Amerika)

Calon tata surya semula merupakan awan yang sangat luas, awan yang terdiri atas debu dan gas kosmos itu diperkirakan berbentuk seperti sebuah piring.

Ketidak teraturan dalam awan itu menyebebkan terjadinya perputaran, debu dan gas yang berputar berkumpul menjadi satu. Karena perputaran itu hilanglah awannya, partikel-partikel debu yang keras saling berbenturan, melekat, kemudian menjadi planet, berbagai gas yang terdapat di tengah awan berkembang menjdi matahari.

  1. Anggota Tata Surya
  2. Matahari

Matahari adalah pusat tata surya. Ukuran garis tengah   matahari adalah  seratus kali lebih besar dari bumi.

Jarak matahari ke bumi 150 juta km jarak ini disebut satu              satuan astronomis (1 sa), waktu yang dibutuhkan sinar              matahari untuk sampai ke bumi 8,33 menit.

Gb Struktur Matahari

Matahari terdiri atas tiga bagian :

  1. Bagian inti matahari (interior matahari)

Bagian dalam matahari terdiri atas inti matahari, daerah                 radioaktif, dan daerah konveksi. Di bagian inti terjadi             reaksi termonuklir yang mengubah atom hidrogen          menjadi               helium, reaksi ini akan menghasilkan energi           yang akan            dilepas oleh matahari. Temperatur di     inti matahari 15                 juta °C, sedang di bagaian permukaan 6.000°C.

  1. Permukaan Matahari (fotosfera)

Tebalnya 3.000 km terdiri atas gas padat yang terlihat     sebagai bola perak yang berkilauan, lapisan ini enerima         energi dari bagian bawahnya (daerah konveksi) dengan                temperatur 6.000°C.

Di permukaan matahari terlihat ada bintik-bintik hitam   (sunspot), famula dan gramula. Bintik-bintik hitam matahari memiliki medan magnet yang sangat kuat dengan            temperatur 3.600°C. Bintik matahari dibagian tengah yang       gelap disebut umbra, dan bagian tepi yang kurang gelap               disebut penumbra. Fakula merupakan awan hidrogen yang               tampak seperti benang-benang gelap dipermukaan atahari.

Granula merupakan sel-sel yang menutupi permukaan                 matahari, terjadi akibat proses konveksi yang muncul ke           permukaan matahari.

  1. Kromosfera

Terletak di atas fotosfera denga ketebalan 8.000 km dan               berwarna merah. Temperaturnya 6.000° sedang dilapisan atasnya 100.000°C.

Kromosfer yang menjulang tinggi sampai lapisan terluar                dari matahari disebut korona, ini terjadi saat gerhana        matahari total. Diantara kromosfer dan korona kadang terjadi semburan api yang tinggi dan dapat mencapai ribuan km disebut prominens.

  1. Planet

Planet berasal dari bahasa Yunani Planetai, yang berarti pengembara.

                Planet adalah benda angkasa yang tidak mempunyai cahaya sendiri, berbentuk bulat dan beredar mengelilingi matahari.

Semua planet beredar mengelilingi matahari pada lintasan (orbit) yang stabil. Dahulu kita mengenal sembilan planet, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Sejalan dengan perkembangan IPTEK maka berdasarkan Sidang Umum International Astronomical Union (IAU) ke -26 tgl 25 Agustus 2006 di Praha,Republuk Ceko ditetapkan delapan planet dengan mengeluarkan Planet Pluto (Pluto diturunkan statusnya sebagai planet kerdil bersama-sama dengan Xena dan Asteroid Ceres).

Dalam resolusi tersebut benda langit disebut planet  harus memenuhi tiga kriteria :

  1. Mengorbit matahari
  2. Berukuran besar sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat
  3. Memiliki jalur orbit yang jelas dan bersih (tidak ada benda langit lain pada orbit tersebut)

 

Gb Sistem Tata Surya yang baru

Planet yang ada di tata surya dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria :

  1.  Berdasarkan massanya dikelompokkan menjadi :
  1. Planet bermassa besar (Superior Planet), terdiri atas Jupiter,                 Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
  2. Planet bermassa kecil (Inferior Planet)

meliputi Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.

  1. Berdasarkan jaraknya ke matahari dibedakan atas :
  2. Planet dalam (Interior planet)

Yaitu planet yang jarak rata-ratanya ke matahari lebih                                    pendek dari pada jarak rata-rata Planet Bumi ke Matahari.                    Terdiri atas Planet Merkurius dan Venus.

  1. Planet Luar (Eksterior Planet)

Yaitu Planet yang jarak rata-ratanya ke matahari lebih                                    panjang dari pada Planet Bumi ke Matahari.

Terdiri atas Planet Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan                                                 Neptunus.

Berikut planet-planet anggota tata surya :

  1. Merkurius

Merupakan planet yang paling dekat ke matahari, jaraknya 57,8 km.Akibatnya suhu udara pada siang hari sangat panas (400°C), sedang malam hari sangat dingin (-200°C).

Perbedaan suhu harian yang sangat besar karena planet ini tidak memiliki atmosfer. Merkurius berukuran paling kecil garis tengahnya 4.850 km hampir sama dengan ukuran bulan (3.476 km).

  1. Venus

                Merupakan planet yang letaknya paling dekat dengan bumi, sekitar 42 juta km, sehingga terlihat jelas dari bumi sebagai suatu noktah kecil yang sangat terang dan berkilauan menyerupai bintang pada pagi hari dan senja hari (sering disebut bintang kejora). Jarak Venus ke Matahari 108 juta km diselubungi awan yang sangat tebal sehingga siang hari suhunya 477C dan malam hari tetap tinggi. Diameter Venus 12.140 km, periode rotasinya 244 hari (dari timur ke barat) dan periode revolusinya 225 hari.

  1. Bumi

Bumi merupakan planet diurutan ke tiga dari matahari, jarak rata-rata ke matahari 150 juta km, revolusinya 365 hari 6 jam dan periode rotasinya 23 jam 56 menit (arah barat timur). Planet bumi mempunyai satu satelit alam yang selalu beredar mengelilingi bumi yaitu Bulan (mengelilingi bumi dengan waktu putaran 29,5 hari) diameter bumi 12.756 km

  1. Mars

Merupakan planet luar yang paling dekat dengan bumi, tampak sangat jelas dari bumi setiap 2 tahun 2 bulan sekali yaitu pada kedudukan oposisi. Saat itu jaraknya 56 juta km dari bumi, merupakan satu-satunya planet yang bagian permukaannya dapat diamati dari bumi menggunakan teleskop.

Keadaan di Mars paling mirip dengan bumi sehingga memungkinkan terdapat kehidupan. Jarak ke matahari 228 juta km, periode revolusinya 687 hari, periode rotasinya 24 jam 37 menit, diselimuti lapisan atmosfer yang tipis dengan suhuudara relatif rendah dari pada di bumi. Planet Mars memiliki dua satelit alam,yakni Phobos, dan Deimos

  1. Jupiter

                Jupiter dalam bahasa Arab sebagai Mustari, dan dalam bahasa Sansekerta disebut Wrespati. Jupiter merupakan planet terbesar dalam tata surya, volumenya 1.300 kali volume Bumi. Garis tengahnya 142.860 km, garis tengah Bumi 13.000 km.

Jupiter memiliki rotasiyang paling cepat yaitu kurang dari 10 jam, gaya grafitasinya 2,65 kali daya tarik bumi. Jupiter menggelilingi matahari pada jarak 779 juta km dan memerlukan waktu hampir 12 tahun untuk mengelilingi matahari. Jupiter memiliki cincin yang terdiri atas debu yang sangat tipis di ketemukan oleh pesawat antariksa Voyager I dari USA.

Karena letaknya yang sangat jauh dari matahari sehingga suhu rata-ratanya -130°C. Di planet Jupiter terdapat Bercak Merah Besar Jupiter, yang berbentuk lonjong dan bergaris tengah hampir 50.000 km. Warnanya selalu bervariasi dari merah bata cerah menjadi merah jambu tipis dan kembali ke warna semula. Menurut para ahli warna Bercak Merah Besar merupakan topan hebat yang terdapat dia atas atmosfer Jupiter.

Gbr Planet Jupiter

6.Saturnus

Dalam bahasa Arab disebut Zahal, dan dalam bahasa Sansekerta disebut Syanaiscana, Saturnus adalah salah satu planet yang memiliki keindahan sistem cincin yang melingkari nya, terbentuk dari potongan jutaan es.

Jarak Saturnus dengan matahri 1.428 juta km, maa revolusinya 30 tahun dan masa rotasinya 10,5 jam. Planet Saturnus berputar sangat cepat sehingga disebut planet paling berangin, kecepatannya 10x kecepatan angin Hurricane di muka bumi.

  1. Uranus

Diketemukan oleh William Herschel pada 13 Maret 1782 dengan bantuan teleskop buatannya sendiri.

Awalnya Herschel memberi nama Georgium Sidus (Bintang George), tapi seorang ahli astronomi dari Jerman Johan Elert Bode mengusulkan bahwa planet lain diberi nama dari nama dewa-dewa kuno, akhirnya planet tersebut diberi nama Uranus. Jarak dari matahari 2.870 juta km dan masa revolusi nya 84 tahun serta masa rotasinya 24 jam. Akibatnya di satu sisi planet mengalami siang selama 42 tahun dan disisi lain mengalami malam selama 42 tahun.

  1. Neptunus

                Diketemukan oleh Leverrier (astronom Prancis) dan Adams (astronom Inggris) tahun 1846

Jarak neptunus dari matahari 4.500 juta km, revolusinya 165 tahun, dengan rotasi 22 jam. Diameter planet ini 48.600 km dengan suhu – 190°C.

Lapisan atmosfernya meliputi gas hidrogen, helium, dan metana.

  1. Planet Kerdil / Planet Katai / Dwarf Planet

                Syarat pendefinisian dwarf planet (planet kerdil) sama dengan definisi planet. Yang membedakan adalah planet kerdil bukan benda dominan pada orbitnya serta bukan satelit (benda angkasa yang mengorbit planet).

Pluto dahulunya masuk dalam tata surya, statusnya diubah menjadi planet kerdil, bersamaan dengan itu disekitar pluto terdapat planet kerdil, yaitu asteroid ceres (diketemukan oleh Mike Brown dari Institut Tehnologi California dengan nama samaran Xena) dan bulan terbesar di pluto yang disebut Charon.

  1. Asteroid / Planetoid

                Yaitu batu-batuan yang bergerak mengelilingi matahari tetapi ukurannya sangat kecil (diameternya 1.700 km).

Asteroid dapat dikelompokkan :

  1. Alur utama asteroid

Planet-planet kecil yang terletak antara planet mars dan               jupiter, berjumlah 50.000 buah.

  1. Asteroid Troya

Namanya diberikan menurut nama pahlawan legendarimasa perang Troya (Yunani). Bergerak dalam alur orbit yang sama dengan jupiter di luar alur utama asteroid, berjumlah 700 asteroid kelompok Achiles dan 300 asteroid kelompok Patroclus.

  1. Asteroid dengan alur terdekat dengan matahari

Terdiri dari tiga jenis asteroid dengan anggota berjumlah lebih dari 1.000 buah.

  1. Jenis Apollo, dengan alur orbit tidak berpotongan dengan alur orbit bumi
  2. Jenis Amor, alur orbitnya tidak berpotongan dengan orbit bumi
  3. Jenis Aten, alur orbitnya berpotongan dengan orbit bumi.

Gbr Gugusan Asteroid

  1. Meteor / Meteorid

Meteor atau bintang beralih adalah benda langit yang sangat kecil terdiri atas debu, pasir (kersik) dan berupa batu-batuan kecil. Meteor yang masuk ke atmosfer bumi akan bergesekan dengan atmosfer menimbulkan panas dan tampak berpijar.

Beberapa meteor besar pernah sampai dipermukaan bumi dan disebut meteorid. Meteorid yang pernah jatuh dipermukaan bumi yang massanya lebih 10.000 ton menimbulkan kawah meteor di Arizona dan Siberia.

Meteorid digolongkan menjadi 3 jenis :

  1. Meteorid besi nikel mengandung 90% besi dan 80% nikel
  2. Meteorid batu banyak mengandung kalsium dan magnesium
  3. Meteorid tektit mengandung asan kersik 80%

Gbr Meteor dan Kawah Meteorid di Arizona

  1. Komet / Bintang berekor

Dinamakan bintang berekor karena pertama kali muncul dengan sinar yang terang sambil membawa ekor cahaya yang panjang. Terbentuk atas pecahan benda angkasa, es, dan gas yang membeku. Strukturnya meliputi kepala komet dengan diameter 65.000 km, meliputi inti omet dan selubung gas yang disebut koma, sedang ekor komet memiliki panjang 100.000 km yang arahnya selalu menjauhi matahari.

Berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya :

  1. Komet berekor panjang, komet yang lintasannya sangat jauh melalui daerah yang sangat dingin di ruang angkasa, pada waktu mendekati matahari ekan melepaskan gas sehingga membentuk koma dan ekor yang sangat panjang.

contohnya komet Kohoutek ( Dr. Lubos Kohoutek tahun              1973) yang melintas ke dekat matahari setiap 75.000   tahun sekali dan komet Halley setiap 76 tahun sekali.

Gbr Komet Kohoutek

  1. Komet tidak berekor, yaitu komet yang garis lintasannya sangat pendek sehingga kurang mempunyai kesempatan untuk menyerap gas di daerah yang dilaluinya, ketika mendekati matahari komet tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga akan membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tidak berekor.

contohnya komet Encke yang melintas mendekati matahari setiap 3,3 tahun sekali.

Pada tahun 1705, Edmond Halley bahwa komet akan terlihat pada tahun 1531, 1607, 1682 dan 1758, terakhir terlihat pada tahun 1986, diperkirakan akan tampak lagi tahun 2061

Selain komet Halley terdapat berbagai macam komet lainnya, yaitu komet Biela, yang massa edarnya 6,6 tahun, komet Hyakutake yang massa edarnya 4,3 tahun, komet West massa edarnya 2,7 tahun, komet Hale-Bopp massa edarnya 3,6 tahun, komet Pons massa edarnya 2,4 tahun, komet Honda massa edarnya 2,1 tahun.

Pada 251 juta tahun lalu (saat bumi masih berupa satu benua / Pangea) terjadi kepunahan sangat besar akibat komet menabrak bumi (belum diketahui dimana letak tabrakan komet tersebut). Kesimpulan itu diperoleh dari atom yang terjebak dalam kerangka molekul karbon rumit disebut Fullrene berisi helium dan argon. Fullrene sedikitnya berisi 60 atom karbon, para ilmuwan memperkirakan komet tersebut berdiameter 12 km, yang memusnahkan dinosaurus pada 67 juta tahun lalu. tetapi belum diketahui dimana letak tabrakan komet tersebut

 

Download materi hakekat geografi sma doc word

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: