Dalam Negeri,  Politik

Pencitraan itu perlu?

Jaman sekarang banyak sekali yang sulit percaya dengan kubu musuh jika ada pencitraan. Sebenarnya apa sih pencitraan? Apakah kampanye itu termasuk pencitraan? Mari kita bahas di bawah ini.

Politik pencitraan menurut Kompasiana adalah politik yang dibuat untuk menggambarkan seseorang, pejabat, partai, ormas, dll adalah baik atau buruk. Politik pencitraan positif digunakan untuk mengangkat elektibilitas diri dan golongannya sedangkan pencitraan negatif untuk menjatuhkan musuh/lawannya. Sedangkan kampanye menurut wikipedia adalah sebuah tindakan dan usaha yang bertujuan mendapatkan pencapaian dukungan, usaha kampanye bisa dilakukan oleh peorangan atau sekelompok orang yang terorganisir untuk melakukan pencapaian suatu proses pengambilan keputusan di dalam suatu kelompok, kampanye biasa juga dilakukan guna memengaruhi, penghambatan, pembelokan pecapaian. Dalam sistem politik demokrasi, kampanye politis berdaya mengacu pada kampanye elektoral pencapaian dukungan, di mana wakil terpilih atau referenda diputuskan. Kampanye politis tindakan politik berupaya meliputi usaha terorganisir untuk mengubah kebijakan di dalam suatu institusi.

Dari referensi di atas bisa kita simpulkan pencitraan politik masuk dalam bentuk kampanye karena tujuan bisa dikatakan sama. Sama – sama untuk mendapatkan dukungan. Ada komentar yang masuk dalam instagram paloegada jika orang itu tidak ingin memilih orang yang melakukan pencitraan. Secara tidak langsung itu tidak mungkin. Karena kampanye sendiri bertujuan untuk pencitraan. Calon penguasa/pemimpin di negara demokrasi saat kampanye akan turun ke masyarakat dan memberikan kesan positif mau menerima aspirasi rakyat serta merakyat. Tetapi setelah menjabat, biasanya orang ini akan melupakan rakyatnya. Jadi jika tidak akan memilih calon yang pencitraan itu tidak mungkin. Karena semua calon bakalan pencitraan untuk mendapatkan dukungan.

Permasalahan yang pasti di sini adalah pencitraan atau bukan, kita harus memilih calon yang paling sesuai dengan Visi Misi diri sendiri. Anda bisa melihat visi misi dari setiap calon. Setelah itu lihatlah track record dari calon itu. Kalian harus jeli mana yang berita hoax dan berita yang benar. Kalian harus benar – benar melihat siapa yang membuat berita. Pastikan berita dari pihak independent. Bukan dari salah satu pihak. Setelah itu pilihlah yang benar – benar merakyat dan mendengarkan aspirasi rakyat. Ada beberapa tokoh Politik seperti Ridwan Kamil dan Ganjar yang saya dan kalian bisa langsung menghubungi beliau jika memang sangat perlu.

Dalam pilihan presiden 2019 saya tidak bisa mengatakan bapak Prabowo itu lebih baik dari bapak Jokowi. Bapak Jokowi juga belum tentu lebih baik dengan Bapak Prabowo. Karena kita belum pernah merasakan Bapak Prabowo menjadi presiden. Yang pasti pilihlah presiden yang sesuai dengan hati Anda. Dan jangan memperkeruh suasana dengan menjelekan kubu lawan. Masak kalian mengharuskan 1 pilihan. Kalo memang harus 1 pilihan besok aku juga milih istrimu. Kan satu pilihan.. #JK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: