Politik

Tolong! Biarkan Bapak Sandi menjadi Wakil Presiden

Bapak Sandi pada kunjungan di Indramayu mengkritik jika perizinan pada nelayan sulit. Sehingga dia berjanji untuk mempermudah dalam perizinannya. Beliau memastikan jika SIPI akan mempermudah dalam perizinan nelayan. Kritikan Sandi ditanggapi oleh menteri kelautan Ibu Susi. Beliau membantah izin kelautan sudah sangat mudah. Bahkan untuk kapal 10.000 GT ke bawah tidak perlu izin. Dan izin yang sulit itu pada kapal 30.000 GT ke atas. Karena kapal tersebut sudah bukan kategori UMKM. Pendapatan pada kapal tersebut sudah lebih dari 10 milyar per tahun. Ini sudah diatur dalam undang – undang tahun 2014. Ibu Susi menambahkan agar bapak Sandi mempelajari UU tentang periklanan terlebih dahulu sebelum mengkritik.

Anda bisa melihat videonya di sini

Saya sendiri merasa kritikan bapak Sandi terlalu sembrono. Mulai dari tempe setipis ATM, 100 ribu dapat apa?, dan harga ayam goreng di Indonesia lebih mahal daripada Singapura. Banyak sekali bantahan yang ada pada dirinya. Tetapi pada wawancara kumparan, Bapak Sandi lebih bersikap EGP dalam menanggapi kritik pada dirinya. Kok bisa? Beliau mengkritik tidak mau di kritik? Bagaimana kalo sudah menjadi wakil presiden? Saya mengkritik beliau untuk lebih mendasar dalam mengkritik pemerintahan saat ini. Jika mengkritik kebijakan menurut saya lebih baik daripada mengkritik yang tidak jelas seperti ini.

Anda bisa melihat videonya di sini

Tetapi saya ingin bapak Sandi menjadi Wakil Presiden. Saya ingin agar beliau tahu jika politik tidak sama dengan berbisnis. Saya akui bisnis beliau berjalan lancar, tetapi kiprah politik belum terlihat lancar. Kita bisa melihat saat beliau menjadi wakil gubernur DKI Jakarta. Dan tiba – tiba menjadi calon wakil presiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: